alexametrics

Dharma Boutique Roastery, Rumah Kopi Tertua di Semarang Segera Direstorasi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Rumah kopi tertua di Kota Semarang yakni Dharma Boutique Roastery mulai direstorasi. Itu dilakukan untuk memberikan kenyamanan kepada para pengunjung terkait edukasi kopi yang telah dilakukan hampir setahunan ini.

Dharma Boutique Roastery yang terletak di sisi kiri Jalan Wotgandul Barat ini telah menjadi Bangunan Cagar Budaya. Itu ditetapkan sejak tahun 2018. Tak heran, lantaran rumah kopi itu sudah berumur ratusan tahun. Bahkan, pemiliknya sekarang adalah generasi ketiga.

“Pabrik kopi yang di belakang itu memang sengaja direstorasi. Rencananya akan dibuat galery serta ruang diskusi. Kalau yang bangunan cagar budaya itu rumah tinggal saya. Jadi, bukan rumah kopi atau pabrik kopinya,” ungkap Widayat Basuki Dharmowiyono, 76, pemilik rumah kopi kepada Jawa Pos Radar Semarang Kamis (2/12/2021).

Baca juga:  Juru Parkir Pakai Rompi Batik Semarangan, Seperti Ini Penampakannya

Dia katakan lebih lanjut, rumah tinggal miliknya bisa menjadi bangunan cagar budaya karena memiliki desain bangunan Eropa-Belanda. Padahal, bangunan itu berada di lingkungan bangunan yang berarsitektur ke-China-an. “Itu yang membuat rumah tinggal saya jadi bangunan cagar budaya. Karena tetap bertahan dengan arsitektur Eropa-Belanda,” jelasnya.

Tak hanya itu, tajamnya aroma kopi dari rumah kopi tersebut bisa menjadikan orang-orang yang lewat kepincut untuk berkunjung. Kini, rumah kopi itu tak sekadar membuat dan menggiling kopi. Namun orang-orang juga bisa menyeruput kopi langsung di lokasi.

“Hampir setahunan ini orang-orang bisa menikmati kopi langsung. Kami sudah menyediakan meja dan tempat duduk. Mereka bisa belajar sejarah pabrik kopi dan pembuatannya dengan alat-alat yang ada di sana,” terangnya sambil memperlihatkan mesin penggilingan kopi yang berusia ratusan tahun itu.

Baca juga:  SMP Islam Nudia Semarang Tampung Empat Murid Imigran, Jika Lulus Tanpa Ijazah

Tak heran jika rumah kopi itu dijuluki sebagai rumah kopi tertua di Kota Semarang. Karena rumah kopi itu sudah mengolah kopi sejak tahun 1883 atau sekitar 138 tahun silam saat era kolonial. Kala itu, tempat pengolahan kopi tersebut dikelola oleh kakek Basuki yang bernama Tan Tion Le.

“Saat ini saya berharap agar rumah pengolahan kopi itu juga bisa menjadi bangunan cagar budaya. Karena bangunan itu kental dengan unsur kesejarahan kopi. Anak muda bisa belajar di sana. Jadi mereka tak sekadar ngopi saja di sini. Sekaligus bisa dapat ilmu tentang dunia kopi di Semarang,” tuturnya.

Sementara itu, Kartika, 26, salah satu pengunjung Dharma Boutique Roastery mengaku, kunjungannya ini sudah kali keempat. Ia merasakan suasana berbeda yang tidak bisa dirasakan di tempat-tempat ngopi lainnya. Baginya, menikmati kopi di Dharma Boutique Roastery ini seperti ngopi di kebun belakang rumah. “Suasananya enak banget. Ini berbeda dengan kafe-kafe. Memang rasanya seperti ngopi di rumah. Saya saja sudah kali keempat ngopi di sini,” ujarnya. (dev/ida)

Baca juga:  Melepas Ikan demi Kebajikan, Yen Kou Meringankan Karma

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya