alexametrics

Isi Kemerdekaan dengan Merdeka Belajar dan Belajar Merdeka

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Minimnya minat peserta didik untuk menulis dan membaca, masih menjadi persoalan bangsa Indonesia. Apalagi berdasarkan hasil Penelitian Program for International Student Assessment (PISA), tingkat literasi Indonesia dibanding negara-negara di dunia menempati peringkat 62 dari 70 negara.

Untuk bisa meningkatkan semangat dan minat dalam menulis dan membaca, diperlukan sosok yang dapat memberikan motivasi dan inspirasi bagi para siswa. Salah satu sosok guru yang dapat dijadikan panutan tercermin dari guru SDN Kalibanteng Kidul 01 Semarang, Nur Rakhmat.

Guru kelahiran Purworejo ini telah menorehkan segudang prestasi di antaranya super master trainer quizizz, finalis lomba Inovasi Pembelajaran Guru 2018, juara 2 lomba Krenova 2017, juara 2 Krenova Kota Semarang tahun 2017, dan masih banyak lagi. Dengan segudang prestasi yang telah ia torehkan ini ia berharap untuk dapat menjadi guru yang bisa menjadi inspirasi untuk siswa dan lingkungannya. Hal ini sesuai dengan tujuan pendidikan menurut Ki Hadjar Dewantara, yakni menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat.

Saat ini Nur Rakhmat menjadi pengajar praktik guru penggerak angkatan IV di Kota Semarang. Tugas guru penggerak di antaranya bisa menggerakkan komunitas belajar untuk rekan guru di sekolah dan di lingkungan wilayahnya, menjadi Pengajar Praktik bagi rekan guru lain terkait pengembangan pembelajaran di sekolah, mendorong peningkatan kepemimpinan murid di sekolah, menjadi pemimpin pembelajaran yang mendorong well-being ekosistem pendidikan di sekolah dan harapannya bisa membuka ruang diskusi positif dan ruang kolaborasi antara guru dengan pemangku kepentingan. Terutama di dalam dan luar sekolah. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang berpusat dan bertujuan untuk kepentingan peserta didik.

Dalam program guru penggerak, kiprahnya mendampingi teman-teman guru CGP (calon guru penggerak) agar setelah proses 9 bulan bisa benar-benar lulus dan bisa menerapkan pendidikan yang didapatkan sehingga bisa menjadi pelaku perubahan pendidikan di tanah air. Tentunya bisa mewujudkan profil pelajar Pancasila.

Selain dapat mengukir prestasi dalam dunia literasi, Nur Rakhmat juga sudah menghasilkan banyak karya tulis. Kini sudah lebih dari 30 karya kumpulan bersama teman-temannya. Sedangkan yang mandiri antara lain, Dakwah bil Koran, Air Mata Sang Guru, Domi Domi Nema (Persiapan dan Langkah Penerapan Pendidikan Karakter di SD Berbasis Boneka Karakter), dan Buku Puisi “Desiran Kalbu Sang Guru” yang sudah ada di salah satu sekolah di Thailand.

Kiprah Rakhmat selain di program guru penggerak ini antara lain adalah menggerakkan diri dan rekan-rekan guru untuk bisa menjadi penulis aktif, baik penulis buku maupun penulis artikel populer di media massa. Dengan keterampilan tersebut, seorang guru bisa menjadi inspirasi untuk siswa dan lingkungannya.

Rakhmat bercita-cita memiliki karya yang difilmkan dan dialih bahasa asingkan. Harapannya bisa menginspirasi siswa dan guru lain untuk berkarya. Apalagi dengan menulis, bisa mendapatkan poin dan koin. Poin bisa untuk kenaikan pangkat dan koin bisa didapat dari media massa atau produk tulisan yang dibuat. Yang utama dengan menulis, juga merupakan bentuk dakwah bagi seorang guru.

“Selain mendorong teman guru untuk menulis artikel, saya juga masih aktif menulis artikel di koran, blog, dll. Masih aktif mencipta puisi dan karya sastra lainnya. Bahkan saya sudah mendapat sertifikat dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) kategori penulis buku non fiksi,” jelas Rakhmat.

Selain itu, sampai saat ini dirinya masih menjadi pamong bagi guru dalam jabatan yang hendak mengikuti pendidikan profesi guru (PPG) untuk mendapatkan sertifikat pendidik. Amanah yang terbaru, Rakhmat ditunjuk sebagai super trainer quizizz bagi guru-guru untuk memanfaatkan media quiziiz pada pembelajaran.

Inovasi yang ia lakukan dalam pembuatan media pembelajaran yang ia ciptakan di antaranya adalah media pembelajaran yang bernama UMMAT (Umbul Matematika). Tujuannya menjadikan siswa senang matematika. Selain dengan bermain dan belajar dengan ummat, siswa akan lebih mudah memahami materi. Media ini lolos finalis lomba INOBEL SD yang diselenggarakan GTK Kemdikbud di Bali.

Selain itu pernah membuat yang Namanya Bagas Caper (Bayblade Gasing Cakram Permainan). Media ini memanfaatkan barang bekas yang digunakan sebagai media untuk memudahkan pembelajaran ilmu sosial dan IPA. Media lainnya adalah main tik boom yang merupakan media dengan menggunakan stik es krim. Serta media yang Bernama Flip Botol Matematika. “Saat ini sedang membuat media pembelajaran lewat Youtube dengan menggunakan plotagon story dan lainnya,” katanya.

Banyak sekali pengalaman berkesan menjadi guru. Bisa menjadi insan pembelajar yang selalu belajar dan mengembangkan diri untuk kebaikan dan keberhasilan siswa. Bahkan bisa melihat kuasa Allah kepada semua manusia. ”Sehingga cara pandang kita kepada siswa semakin terbuka. Kita sebagai guru menjadi tangan- tangan baik untuk bisa membersamai siswa bertumbuh dan berkembang sesuai dengan kodrat zaman dan kodrat alam,” tandasnya.

Guru yang pernah bertemu dengan Muhadjir, mantan Menteri Pendidikan ini mengajak para guru bersama-sama mengisi kemerdekaan dengan merdeka belajar dan belajar merdeka. Serta semoga guru semakin sejahtera sehingga semakin luas kesempatan untuk berdakwah dan mewujudkan profil pelajar Pancasila. “Mari saling memotivasi dan menginspirasi demi kebaikan negeri,” tambahnya. (mg16/mg19/ida)

Menarik

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya