alexametrics

Kembangkan Agrowisata Purwosari Berdayakan Warga

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Kawasan Agrowisata Purwosari, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, kini menjadi destinasi alternatif liburan bagi keluarga. Selain terdapat wisata petik buah, ada juga wisata memetik sayur dan edukasi peternakan.

Agrowisata Purwosari milik Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang ini dikembangkan untuk memberdayakan warga sekitar dalam pengelolaannya. Wisatawan yang berkunjung juga bisa memetik sayur di greenhouse Nirwana Stable.

“Satu bulan terakhir ini, saat weekend sudah mulai ramai pengunjung. Mereka biasanya berkuda dan memetik sayur untuk dibawa pulang,” kata Sutrisno, pengawas dan pengelola Nirwana Farm di Agrowisata Purwosari.

Saat koran ini tiba di lokasi, terlihat beberapa pengunjung sedang asyik memberikan makan kambing di Nirwana Farm. Suasana perdesaan yang ditawarkan wisata ini, membuat pengunjung teringat masa kecil di kampung halaman. Para pengunjung juga membawa anaknya untuk belajar tentang sayur dan dunia peternakan.

Baca juga:  Dua Diperkosa, Satu Berhasil Kabur

“Saya sengaja menyempatkan waktu datang ke sini. Bersama suami dan anak-anak. Biar anak saya tahu tentang sayur dan edukasi peternakan. Apalagi suasana di sini cocok banget untuk berlibur,” ujar Maria, salah satu pengunjung kepada Jawa Pos Radar Semarang Kamis (17/11).

Di wisata ini, sayuran ditanam secara hidroponik. Adapun edukasi yang ditawarkan berupa memerah susu, memberikan makan hewan, panen telur, dan merawat ayam. Adapun tiket masuk ke Nirwana Stable, pengunjung hanya dikenakan biaya Rp 10 ribu. Itupun hanya berupa voucher. Selanjutnya, voucher bisa ditukarkan menjadi makanan, minuman, hingga hasil panen sayuran. “Nah, kalau yang paling disukai anak-anak itu panen telur. Jadi, anak-anak berwisata, juga bisa mendapat ilmu,” sambungnya.

Baca juga:  8.292 Desa Rentan Terdampak Krisis Iklim

Sementara itu, Kepala Pemasaran Nirwana Stable Syaiful Mahfudz menjelaskan, hasil panen sayuran dan ternak ini didistribusikan ke restoran dan warga Semarang-an. Area wisata seluas 4 hektare ini memiliki 6 kandang hewan. Yakni ada sapi, ayam kampung, ayam petelur, kambing etawa, dan kuda. “Kalau sore banyak pengunjungnya. Mereka latihan berkuda. Setelah itu langsung panen sayur juga panen telur,” ujarnya.

Pihaknya berencana melakukan pengembangan pengelolaan di bidang kuliner. Nantinya, setelah wisatawan selesai panen, bisa langsung memasak hasil panennya sesuai selera sendiri. “Kami akan mengembangkan untuk pacuan kuda. Harapannya bisa menjadi tempat transit dan pencarian joki,” harapnya. (dev/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya