alexametrics

Perda Disabilitas dan PUG Kota Semarang Jadi Kado Festival HAM 2021

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SemarangSebagai tuan rumah Festival Hak Asasi Manusia (HAM) 2021, persiapan dilakukan dengan matang dan semenarik mungkin oleh Pemkot Semarang agar bisa menjadi sebuah momentum yang spesial.

Di antaranya, digelarnya Semarang Night Carnival dan Semarang Great Sale untuk menyemarakkan Festival HAM 2021 yang berlangsung mulai Selasa (16/11) sampai Jumat (19/11) mendatang.

Tak hanya itu, sebuah kado indah juga diberikan Kota Semarang untuk Festival HAM 2021. Yaitu, pengesahan peraturan daerah tentang perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas, serta pengarusutamaan gender di wilayah ibu kota Jawa Tengah.

Peraturan daerah tersebut disahkan oleh DPRD Kota Semarang menjadi Perda Kota Semarang Nomor 9 Tahun 2021 untuk yang terkait disabilitas, serta Perda Kota Semarang Nomor 11 Tahun 2021 untuk Pengarusutamaan Gender (PUG), bertepatan dengan pembukaan kegiatan Festival HAM 2021, Selasa (16/11).

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota serta pimpinan DPRD Kota Semarang yang telah memiliki visi yang sama dengannya terkait disabilitas dan pengarusutamaan gender. Pengesahan peraturan daerah tersebut menjadi sebuah kado pada momentum penyelenggaraan Festival HAM 2021 di Kota Semarang.

Baca juga:  Seorang Perempuan Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Umbul Senjoyo, Diduga Korban Pembunuhan

Pria yang akrab disapa Hendi ini menuturkan, disahkannya dua peraturan daerah yang telah disahkan tersebut menjadi sebuah kekuatan untuk lebih mengupayakan kesetaraan dalam pembangunan bagi semua elemen masyarakat.

“Bagi saya, pengesahan dua perda tersebut merupakan kado terindah bagi Kota Semarang yang saat ini menjadi tuan rumah Festival HAM 2021. Selanjutnya ini tentu menjadi tanggung jawab kita bersama untuk dapat mengimplementasikannya dalam kehidupan nyata,”katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (16/11).

Ia menekankan, isu kesetaraan menjadi salah satu komitmen besar pada pembangunan Kota Semarang saat ini. Untuk itu, penyelenggaraan Festival HAM 2021 di Kota Semarang menjadi momentum penting.

“Semangat pembangunan Kota Semarang sekarang adalah No One Left Behind, yang artinya tidak ada yang tertinggal. Maka momentum Festival HAM yang terselenggara di Kota Semarang menjadi momentum penting untuk mendorong seluruh stakeholder, agar memiliki komitmen yang sama,” tambahnya.

Di tempat terpisah, Ketua DPRD Kota Semarang Kadar Lusman mengaku lega karena  dua peraturan daerah tersebut akhirnya dapat disahkan pada momen yang sangat spesial, bertepatan dengan penyelenggaran Festival HAM 2021 di Kota Semarang.

Baca juga:  Kalau Hujan Deras, Warga Perumahan Bukit Manyaran Permai Waswas dan Tak Bisa Tidur

“Kita sahkan tadi sore (kemarin, Red) bertepatan dengan penyelenggaraan Festival HAM 2021 di Kota Semarang, maka dua momentum ini tentu menjadi catatan sejarah ke depan dalam upaya mendorong kesetaraan dalam pembangunan,” tutur pria yang akrab disapa Pilus ini.

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengapresiasi apa yang dilakukan Pemkot Semarang untuk menyelesaikan masalah bullying atau perundungan di kalangan anak. Tema itu pun akan dibahas dalam Festival HAM 2021 yang digelar di Kota Semarang.

Bullying ini jadi masalah serius dunia pendidikan, karena bisa mempengaruhi mental dan psikologi anak. Harus ada aturan untuk mengantisipasinya,” katanya.

Ia mengakui, belum banyak daerah yang memiliki aturan untuk mengantisipasi perundungan di sekolah. Maka dalam Festival HAM 2021 di Semarang akan  dibahas khusus soal perundungan. Karena Kota Semarang dianggap sudah memiliki cara penanganannya.

“Pemkot Semarang dan Dinas Pendidikan sudah membuat mekanisme penyelesaian masalah perundungan. Melalui tata kelola di sekolah-sekolah. Kalau ada kasus perundungan bisa ada penyelesaian,” tuturnya.

Menurutnya, belum banyak kabupaten/kota di Indonesia yang memiliki cara tepat untuk mengatasi tentang bullying. Kota Semarang, lanjut dia, bisa menjadi contoh kota lain untuk bisa diterapkan.

Baca juga:  Harus Bayar Rp 3,5 Juta Per Jam untuk Kepentingan Komersial

“Akan ada sesi sendiri, Semarang akan presentasi pengalamannya dihadiri oleh daerah lain termasuk dari luar,” imbuhnya.

Terkait apresiasi penanganan dan pencegahan bullying di dunia pendidikan, Wali Kota Hendi mengaku berupaya melakukan pencegahan bullying di sekolah. Menurut dia, sudah dilakukan berbagai kampanye tentang bullying. Pada 2018 misalnya, David Beckham juga melakukan kampanye antiperundungan bersama UNICEF.

Kan ada di sekolah kita (gerakan antiperundungan). Pas David Beckham datang ke SMP Negeri 33 itu kan ada juga sekolah anti-bullying,” jelasnya.

Gerakan anti-bullying di dunia pendidikan, lanjut Hendi, adalah gerakan bersama, yakni ada sebuah tim yang saling mengawasi agar sekolah menjadi tempat nyaman bagi siswa, yang diselesaikan secara kebersamaan.

“Tim ini saling mengawasi. Dulu sebelum covid, anak-anak sekolah ini mengawasi satu sama lain. Tidak boleh ada kawannya yang lakukan bully lisan maupun fisik. Misalnya ada, akan diselesaikan tim itu. Jadi, benar-benar menjunjung tinggi kebersamaan untuk menuntaskan persoalan bullying di sekolah,” katanya. (BBS/den/aro)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya