alexametrics

Musim Hujan Telah Tiba, Ini Daftar Wilayah Rawan Bencana di Semarang

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang siaga menghadapi bencana yang mengancam, seperti, hujan angin, banjir dan tanah longsor. Kali ini, menyediakan tiga unit handy talky (HT) tiap kelurahan untuk memudahkan komunikasi.

“Ada 500 unit HT yang kami bagikan kepada 177 kelurahan di wilayah Kota Semarang,” kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat memimpin apel kesiapsiagaan bencana di halaman Balai Kota Semarang Selasa pagi (16/11). Acara tersebut diikuti oleh Kodim, Lanal, Denpom, Polrestabes, BNPB, BPBD, Dinas Perhubungan, yang menyiapkan peralatan untuk mengantisipasi bencana.

Hendi begitu ia disapa menjelaskan, tiga unit HT tersebut untuk memudahkan koordinasi antara Babinsa, Babinkamtibmas, dan pihak kelurahan. Selain itu, untuk memudahkan pelaporan potensi bencana agar bisa ditangani secepat mungkin.

Baca juga:  Jika Status Sungai Naik Menjadi 'Awas', Sirine EWS di Semarang Akan Meraung-raung

“Masing-masing instansi siap untuk peralatannya. Tapi kami tambahi HT agar komunikasinya lebih efektif. Kalau pakai handphone susah nyari nomor, HT 24 jam bisa dipakai untuk memberikan informasi,” tuturnya.

Logistik bantuan untuk korban bencana sudah disiapkan Dinas Sosial (Dinsos) dan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Semarang. Ia berharap dengan kesiapan yang sudah dilakukan Pemkot bersama stakeholder lainnya, bisa membuat masyarakat lebih tenang. Selain itu, titik rawan bencana sudah dipetakan oleh Pemkot Semarang.

“Saya harap masyarakat juga aktif melaporkan dan menjaga lingkungan. Misalnya tidak membuang sampah di sungai. Kasus yang sering muncul adalah seringkali tertutupnya pompa dan saluran air oleh sampah,” ujar Hendi.

Baca juga:  Gunakan Atribut KAI Tanpa Izin Bakal Dipidanakan

Sedangkan wilayah rawan longsor berada di daerah atas antara lain Lempongsari Kecamatan Gajahmungkur, Candisari, Tegalsari, Banyumanik, dan Semarang Barat. Adapun wilayah rawan banjir meliputi Genuk, Gayamsari, Semarang Timur, Tugu, Ngaliyan, Semarang Utara, dan Tembalang.

“Kami sudah menyiapkan sumber daya manusia. Ada 30 personel lapangan dan 40 adminstrasi yang sudah terlatih. Sudah koordinasi dengan relawan di kelurahan siaga bencana. Peralatan antisipasi dan penanganan pun sudah siap,” jelas Kepala BPBD Kota Semarang Arief Rudianto.

Adapun peralatan antisipasi bencana, pihaknya telah memasang sebanyak 10 unit alat early warning system (EWS) untuk mengantisipasi terjadinya tanah longsor maupun banjir di Meteseh, Kudu, Wates, Mangunharjo, dan beberapa titik lainnya. “Pada 2022 mendatang, kami mengusulkan beberapa titik lagi misalnya di BKT,” imbuh Rudi.

Baca juga:  Pasar Bulu dan Pasar Banjardowo Jadi Tempat Tinggal

Peralatan penanganan bencana yang telah disiapkan di antaranya, satu dapur umum, satu truk serbaguna, 10 unit motor trail, dan 10 unit perahu karet. Paket logistik untuk korban bencana pun telah disiapkan.

“Bantuan terhadap korban bencana alam disiapkan DPKAD melalui belanja tidak terduga (BTT) dan bisa diajukan ke kelurahan. Kami berikan bantuan stimulan secara proporsional berlaku untuk bencana alam misalnya angin puting beliung, kebakaran, dan bencana alam lainnya,” pungkasnya. (den/ida)

 

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya