alexametrics

SNC Digelar secara Luring dan Daring

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Sempat vakum tahun lalu karena pandemi Covid-19, tahun ini Pemkot Semarang kembali akan menggelar Semarang Night Carnival (SNC) seiring turunnya PPKM ke level 1. SNC akan digelar untuk menyambut Festival HAM yang akan digelar Pemkot Semarang pada 16 -19 November ini.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang akan menggelar perhelatan SNC secara luring dan daring dengan pembatasan-pembatasan sesuai aturan yang ditetapkan pemerintah.

“Tahun ini kita gelar SNC lagi yang sempat tertunda, tema yang diangkat Kemilau Nusantara,” kata Kepala Disbudpar Kota Semarang Indriyasari, Jumat (12/11).

IIn –sapaan akrabnya—menjelaskan, jika akan ada lima kostum terinspirasi dari lima destinasi super prioritas yang sudah dicanangkan Presiden Jokowi, yakni Danau Toba Sumatera Utara, Borobudur Jawa Tengah, Labuan Bajo NTT, Mandalika NTB, dan Likupan Sulawesi Utara. Persiapan pun sudah dilakukan sedemikian rupa agar acara ini berlangsung lancar dan sehat.

Baca juga:  Keren, Alun-Alun Johar Dilengkapi Basement

“Alhamdulillah Kota Semarang sudah masuk level 1, jadi masih memungkinkan untuk mengadakan event besar, tapi pastinya dengan pembatasan sesuai aturan dan pelaksanaan prokes yang ketat,” tuturnya.

Disbudpar, kata dia, sudah menggelar delapan kali workshop untuk peserta SNC yang dimulai dari pekan lalu, dan berakhir pada Sabtu (13/11) hari ini. Materi workshop yang diberikan kepada peserta SNC adalah make up, kostum, runway, coreo, dance, dan ekspresi.

SNC, lanjut Iin, mestinya digelar setiap tahun, karena sebagai bagian dari promosi daerah. Juga untuk meningkatkan kegiatan perekonomian di kota ini. Karena dilakukan secara terbatas, untuk masyarakat yang akan menyaksikan pergelaran SNC tahun ini, akan disiarkan lewat kanal Youtube Disbudpar Kota Semarang.

Baca juga:  Desa Wisata segera Beroperasi Kembali

“Konsep pelaksanaan SNC tahun ini kami coba gelar di GOR Jatidiri, yang pastinya jumlah kami batasi, baik dari peserta, pengisi acara, maupun tamu undangan. Peserta dan pendukung acara pun kami swab, serta menggunakan aplikasi Peduli Lindungi untuk membatasi jumlah penonton,” bebernya. (den/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya