alexametrics

Kenalkan Parpol, KPU Semarang Gandeng Iksan Skuter

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang mulai melakukan edukasi kepada masyarakat tentang partai politik peserta pemilihan umum (Pemilu) dan Pemilihan Calon Legislatif (Caleg) 2024 mendatang. Kali ini menggandeng musisi untuk menggelar acara Panggung Demokrasi.

Ketua KPU Kota Semarang Henry Casandra Gultom mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pendidikan politik. Pria yang akrab disapa Nanda ini, pemahaman tentang partai politik (Parpol) perlu dilakukan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat.

“Pemilu serentak memang masih lama, yakni tahun 2024, Namun kami coba melakukan pemetaan lebih dini untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang partai politik,” katanya usai acara Panggung Demokrasi di Noormans Hotel Rabu malam (10/11/2021).

Baca juga:  Pilkades Serentak Pakai Data KPU

Nanda menjelaskan jika pemetaan mulai dilakukan KPU agar bisa mengetahui pengetahuan tentang Parpol. Dalam acara yang diselenggarakan secara hybrid ini, perwakilan parpol bisa mempresentasikan profil parpol agar bisa menggaet dukungan dari masyarakat.

“Kami undang parpol di Kota Semarang yang akan menjadi peserta pemilu 2019. Mereka kemudian dibacakan profilnya termasuk kontak person dan kantornya sehingga masyarakat mudah mencari informasi,” imbuhnya.

Ada 16 parpol peserta pemilu yang dikenalkan kepada masyarakat. Nanda menjelaskan, jumlah ini bisa saja berkurang atau bertambah sesuai dengan tahapan yang dilakukan KPU Pusat yang dimulai pada 2022 mendatang.

“Bisa saja ada partai lama yang tidak lolos. Mungkin juga ada partai baru yang bisa ikut dalam pemilu 2024. Nanti tahapannya akan ada di KPU Pusat,” tuturnya.

Baca juga:  Target Partisipasi Terpenuhi, Tak Ada Klaster Pilkada

Untuk menarik minat masyarakat, KPU mengundang musisi Iksan Skuter hingga tarian Sufi KH Budi Harjono. Iksan Skuter dipilih karena memiliki tema lagu yang berisi kritik sosial dan digemari para pemuda. “Harapan kami, dengan kegiatan ini, keputusan memilih atau tidak memilih itu benar-benar datang dari masyarakat,” tambahnya.

Nanda menjelaskan, KPU Kota Semarang rencananya akan menggelar diskusi ataupun acara di wilayah yang partisipasi pemilihnya rendah. Misalnya Kecamatan Semarang Utara, Semarang Barat, hingga Semarang Tengah. “Kami akan sasar wilayah yang pastisipasinya rendah, untuk meningkatkan partisipasi pemilih,” pungkasnya. (den/ida)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya