alexametrics

Soroti Kota Pintar, Wali Kota Hendi Raih Gelar Doktor dengan Predikat Cumlaude

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi telah menyelesaikan program studi S3 dan berhak menyandang gelar doktor. Sidang promosi doktor di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro telah dilakoninya akhir Oktober lalu. Rabu (10/11), ia mengikuti prosesi wisuda secara hybrid.

Wali Kota Semarang dua periode tersebut lulus meraih predikat cumlaude. Ia mengusung disertasi dengan judul Model Tata Kelola Kota Cerdas Kota Semarang. Pria kelahiran Semarang 30 Maret 1971 ini menyampaikan judul karya ilmiah tersebut dilatarbelakangi kondisi permasalahan dan tantangan perkotaan di era global sekarang ini, termasuk di antaranya adalah Kota Semarang. Dari masalah dan tantangan tersebut, Hendi kemudian mencari solusi cerdas dan konsep cerdas.

Dalam kesempatan wisuda kemarin, pria yang akrab disapa Hendi ini mewakili wisudawan untuk memberikan sambutan khusus pada wisuda tahap ke-2. Dalam sambutannya Hendi, mengucapkan terima kasih kepada civitas akademika Undip yang telah memberikan ilmu dan pelayanan yang baik semasa menjadi menjalani studi. “Semoga keluarga besar Undip diberikan kesehatan dan apa yang sudah diberikan kepada mahasiswa bisa menjadi amal baik,” kata Hendi saat memberikan sambutan.

Baca juga:  Turunan Sigar Bencah Butuh Jalur Penyelamat

Selain itu, Hendi juga menyoroti tentang tantangan yang dihadapi Kota Semarang dan bangsa Indonesia saat ini. Selain Pandemi Covid-19, ada dua tantangan besar yang menanti yakni Revolusi Industri 4.0 dan bonus demografi. Menurutnya bonus demografi punya sisi positif yakni mendorong kemajuan bangsa. “Tapi juga ada sisi negatif, yakni banyak persoalan baru. Misalnya jika sumber daya manusia atau usia produktif tidak bisa berkarya dan bersaing,” jelasnya

Dari data yang ada, lanjut Hendi, di Indonesia ada sekitar 70,2 persen masyarakat usia produktif. Khusus di Semarang ada sekitar 71,48 persen penduduk yang masuk kategori usia produktif, dimana memiliki keuntungan kekuatan sumber daya manusia yang besar di pada 2045 mendatang. “Revolusi Industri menitikberatkan otomatisasi dimana tenaga mesin lebih dipilih. Di sini perguruan tinggi punya peran strategis bagi bangsa yakni mencetak SDM yang siap bersaing,” tuturnya.

Baca juga:  Batas Sewa Habis, Pedagang Johar di MAJT Resah

Belum lama ini ketika ditemui Jawa Pos Radar Semarang, Hendi menjelaskan, pendidikan doktor ilmu sosial yang ia ambil merupakan bagian dari me-refresh diri. “Setiap hari rutinitas pagi, siang, sore, malam ketemu masyarakat. Kadang-kadang saya merasa lupa wawasan pengetahuan yang baru apa. Jadi, saya ibaratkan ini me-refresh diri saya,” paparnya.

Hendi mengambil pendidikan doktor sejak 2018. Pada Rabu (29/9) malam, ia mengikuti ujian tertutup dan dinyatakan lulus. Menurutnya, pendidikan yang ia tempuh dilakukan untuk menambah wawasan dan pengetahuan, serta diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat. “Disertasi tentang Kota Semarang dalam menerapkan kota cerdas atau smart city. Mudah-mudahan memberikan manfaat,” ucapnya.

Baca juga:  Puluhan Dosen Ikuti English Teacher Training

Selama menjadi wali Kota Semarang, Hendi terus melakukan inovasi untuk menerapkan smart city. Program-program berbasis smart city ini pun dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Misalnya sistem pelaporan dengan Lapor Hendi. Ini memudahkan masyarakat dan bisa ditangani secara cepat.

Lalu ada pengurusan perizinan maupun administrasi kependudukan secara online juga sudah diterapkan. Pemasangan CCTV di setiap RT juga bagian dari menunjang Kota Semarang sebagai smart city. (den/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya