alexametrics

70 Hektare Hutan Mangrove Mangunharjo Perlambat Abrasi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SemarangSekitar 70 hektare kawasan hutan mangrove di Mangunharjo berhasil menekan laju abrasi selama beberapa tahun terakhir. Pada dua dekade lalu, abrasi mengancam warga. Jarak pesisir dengan permukiman hanya 500 meter. Kini sekitar 1,7 kilometer.

Pendiri Kelompok Tani Mangrove Lestari Sururi menceritakan, abrasi telah mengancam Mangkang Wetan, Mangunharjo, dan Mangkang Kulon. Namun ia tak hanya diam. Bersama warga setempat, tahun 1995 ia mulai menanam mangrove. “Dulu itu sempet gagal, tapi kita coba terus sampai sekarang,” ujar Sururi kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Sembari menuju lokasi penanaman di pesisir Mangunharjo, ia melanjutkan cerita. Pada 2002 upaya konservasi mulai berhasil. Meski 50 persen bibit yang ditanam gagal tumbuh.

Baca juga:  Bocah 8 Tahun di Semarang Tewas, Diduga Dicabuli Ayah Kandung

Kemudian 2007 puluhan ribu mangrove tumbuh besar menjadi kawasan hutan. Laju abrasi melambat. Permukiman terselamatkan.

“Semua hutan bakau ini baru, soalnya warisan nenek moyang sudah lama rusak,” imbuhnya.

Berkat konservasi kawasan pesisir selama puluhan tahun, belasan ribu KK (kepala keluarga) di Kecamatan Tugu dapat menjalani kehidupan dengan nyaman hingga hari ini. Upayanya juga direspon baik oleh CSR (corporate social responsibility) dan pemerintah. Banyak relawan dan donatur yang mendukung aksinya.

Diakui, pandemi tahun lalu penanaman berkurang. Namun saat ini sudah aktif kembali. Seperti halnya yang dilakukan saat peringatan hari lingkungan, komunitas pecinta alam, hingga mahasiswa KKN.

“Dari kampus memang ada program go green. Nah kelompok kami langsung inisiatif menghubungi Lindungi Hutan, dan langsung dikasih jadwal penanaman,” jelas Agustina yang membawa 15 anggota KKN dari UIN Walisongo.

Baca juga:  PMI Berikan Bingkisan Spesial untuk Pendonor Selama Ramadan

Setelah mengarungi pesisir dengan perahu sekitar satu km, para relawan tiba di lokasi penanaman. Aksi dimulai pukul 08.30-10.00 WIB. Sebanyak 2.123 bibit ditanam. Beberapa warga setempat yang juga nelayan juga ikut membantu.

Dela, tim Lindungi Hutan menjelaskan pihaknya telah bekerja sama dengan Sururi selama lima tahun terakhir. Dalam sebulan ini, ia juga mengadakan penanaman sebanyak tiga kali. Biasanya para donatur menghadiahkan bibit mangrove untuk kado ulang tahun atau syukuran.

“Ya ekosistem laut udah membaik, nelayan bisa cari ikan. Tapi kami minta pemerintah ikut ambil peran besar dalam hal ini. Syukur-syukur bisa mengembangkan jadi wisata edukasi hutan mangrove,” harap Sururi. (taf/zal)

Baca juga:  Diberi Waktu 10-15 Menit Melakukan Ritual, Umat Buddha Berdoa Korona segera Hilang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya