alexametrics

Remaja Kampung Purwosari dan Kanalsari Barat Tawuran, Satu Kena Sabetan Celurit

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Diduga bermula saling melempar batu antara kedua kelompok remaja kampung Purwosari dan remaja kampung Kanalsari Barat, aksi tawuran tak terelakkan.

Tawuran yang terjadi di Jalan Kanalsari Barat V, Rejosari, Semarang Timur, Selasa (2/11/2021) sekitar pukul 02.00 ini, mengakibatkan satu orang mengalami luka bacok karena sabetan senjata tajam (sajam) berupa celurit.

Adalah Boma Bambang Wicaksono, 22, warga Kanalsari Barat, Rejosari, Semarang Timur, yang babak belur dan mengalami luka bacok. Bersyukur, sudah ada pelaku yang diamankan aparat kepolisian.

“Iya, sudah ada yang diamankan satu orang,” kata Kasatreskrim Polrestabes Semarang AKBP Donny S Lumatarouam kepada Jawa Pos Radar Semarang Kamis (4/11/2021) kemarin.

Baca juga:  Cegah Calo Tilang, Kejari Semarang Pasang Traffic Cone

Kejadian itu bermula saat korban sedang berada di sebuah warung yang tidak jauh dari lokasi kejadian. Tiba-tiba datang tiga orang pemuda berboncengan dengan mengendarai sepeda motor dan membawa clurit.

Kemudian, tiga orang ini mengarah ke gerombolan pemuda, teman korban yang sedang nongkrong. Lalu di tempat tersebut terjadi cekcok mulut antarkedua kelompok. Hingga akhirnya ada penyerangan menggunakan clurit. Korban berupaya mendekat untuk membantu. Namun setelah mendekat, korban justru terkena sabetan clurit.

“Motifnya saling ejek antarremaja kampung. Terus lempar-lemparan. Akhirnya ketemu langsung dan ada yang membawa senjata tajam hingga terkena sabetan. Korban satu orang mengalami luka robek di bagian lengan sebelah kiri,” kata Kanit Reskrim Polsek Semarang Timur Iptu CR Haryono.

Baca juga:  Minimalisasi Banjir, Warga Kelurahan Pedurungan Lor Buat Saluran Swadaya

Pelaku langsung melarikan diri dan korban dibantu warga diantar ke Rumah Sakit (RS) Pantiwiloso Dr Cipto untuk dilakukan perawatan awal. Karena mengalami luka robek cukup dalam, korban diarahkan ke RSUP dr Karyadi Semarang untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif.

“Kondisi sekarang rawat jalan. Awalnya dibawa ke RS Dr Cipto, kemudian disarankan ke RSUP dr Kariadi. Tapi tidak ke rumah RSUP dr Kariadi, tapi malamnya langsung pulang ke rumah. Kita terus ngecek ke RSUP dr Kariadi kosong. Terus kami ngecek ke rumah,” bebernya.

Kendati begitu, kasus tersebut tidak dilakukan proses hukum. Lantaran korban tidak mau melaporkan kejadian yang dialaminya ke kepolisian. “Korban tidak laporan, alasannya tidak mau menyelesaikan ke proses hukum. Korban ikut tawuran,” jelasnya.

Baca juga:  Lima Tersangka Korupsi BRI segera Dilimpahkan

Kendati begitu, aparat kepolisian sudah mengamankan satu orang yang diduga terlibat aksi penyerangan terhadap korban. Pelaku telah diberikan pembinaan dan telah dipulangkan ke orang tuanya. “Yang diamankan masih usia anak-anak, rombongan dari penyerang. Kami berikan pembinaan dan absen ke Polsek tiap Senin dan Jumat,” pungkasnya. (mha/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya