alexametrics

Buka Hingga Dini Hari, Tujuh Tempat Karaoke di Dargo Disegel

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Tujuh tempat karaoke di kawasan Ruko Dargo, Jalan Dr Cipto, Semarang Timur, juga disegel Polrestabes Semarang Rabu (27/10/2021) dinihari. Tindakan tegas ini dilakukan karena pemilik tempat hiburan tersebut nekat melakukan jam operasional sehingga melebihi batas ketentuan waktu yang diterapkan dalam PPKM.

“Ya tujuh tempat, itu satu deret. Sudah kami segel juga. Penindakan penyegelan, intinya yang pertama karena pelanggaran protokol kesehatan (prokes). Kedua, melewati batas waktu operasional, lebih dari pukul 12.00 (00.00),” kata Kasatresnarkoba Polrestabes Semarang Kompol Aries Dwi Cahyanto kepada Jawa Pos Radar Semarang Rabu (27/10/2021) kemarin.

Sejumlah tamu dan pemandu pun dibuat terkejut ketika melihat ruangan room karaoke didatangi petugas dari Satresnarkoba Polrestabes Semarang sekitar pukul 01.00. Para pengunjung juga dilakukan pendataan termasuk pekerja karaoke. Setelah itu mereka dilakukan tes urine.

Baca juga:  Pengguna Narkotika Sebaiknya Direhabilitasi

“Ada 10 orang dites urine. Itu pengunjung dan pemandu termasuk pekerja yang kami curigai saja. Tapi hasilnya semua negatif. Tidak ditemukan narkoba. Kemudian pemilik kami bawa dan kami periksa di kantor,” katanya.

Penindakan ini bermula dari laporan masyarakat terkait adanya dugaan pelanggaran PPKM yang dilakukan oleh pemilik karaoke tersebut. Menurutnya, para pengelola dan pemilik tempat hiburan malam juga telah mendapatkan sosialisasikan aturan PPKM.

“Kalau sesuai dengan perwal itu kan sampai pukul 00.00. Informasi dari masyarakat itu sampai jam 02.00, sampai 03.00. Tapi masih membandel, ya kami berikan tindakan tegas,” jelasnya.

“Kedua kami cek urine. Karena kami mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa disitu diduga terjadi transaksi narkotika. Bahkan ada yang memakai di tempat itu,” sambungnya.

Baca juga:  Pagi Ini, Jalan Menteri Supeno Ditutup

Terkait sanksi yang diberikan kepada pemilik, Aries mengatakan penanganan dilimpahkan ke Satpol PP Kota Semarang. Sedangkan pihaknya hanya melakukan penanganan yang kegiatan tes urine. “Kalau ada yang positif kami bawa sampai ke proses sidik. Kalau penanganan kami limpahkan ke Satpol PP untuk yang masalah perizinan,” pungkasnya. (mha/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya