alexametrics

Penumpang KA Masih Sepi, Pendapatan Porter Kembang Kempis

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – PPKM Kota Semarang yang turun ke level 1 belum memengaruhi kenaikan penumpang kereta api di Stasiun Tawang Semarang. Hal itu dikeluhkan beberapa porter atau pramubarang. Mereka belum bisa bernapas lega.

Pelonggaran pada sektor transportasi rupanya belum berimbas pada ramainya penumpang. Terlihat, porter-porter di Stasiun Tawang Semarang masih belum sibuk memanggul barang milik penumpang. Kondisi ini, sangat berpengaruh terhadap pendapatan utama mereka sebagai porter.

“Sampai sekarang, kondisinya belum kembali normal. Meski agak mendingan daripada awal-awal pandemi,” kata Agus, salah satu porter di Stasiun Tawang Semarang.

Baginya, calon penumpang kereta api menjadi harapannya mendapatkan pundi-pundi rupiah. Selama pandemi, calon penumpang yang menggunakan jasanya pun tak menentu. “Sehari kadang 3 calon penumpang yang menggunakan jasa saya. Tapi kadang tidak ada sama sekali,” ungkapnya.

Baca juga:  Rajin Blusukan Kampung Perangi Korona

Dia katakan, para porter tidak mematok harga pasti dalam penggunaan jasanya itu. Mereka hanya mendapat imbalan seikhlasnya dari calon penumpang. Itu membuat pendapatannya tidak menentu.

Kadang bisa lebih, kadang tidak mendapatka uang sama sekali. “Misalkan kita dapat tiga orang, dan satu orangnya Rp 20 ribu ya tinggal kalikan saja,” sambungnya.

Dengan kondisi itu, ia pernah pulang ke rumah dengan tangan hampa. Artinya, tidak ada barang penumpang yang dibopongnya sama sekali. Selain itu, Agus juga harus bersaing dengan 29 porter lainnya.

Sebelum pandemi, mendapat uang Rp 100 ribu dalam sehari bukan menjadi hal yang sulit bagi Agus. Karena masa itu tidak ada pembatasan dan jumlah kereta tujuan Stasiun Tawang Semarang. Kendati begitu, Agus berharap agar kondisi segera normal. Sehingga perekonomian keluarganya kembali berjalan lagi.

Baca juga:  Klaster Bertambah, Tiga Pejabat Pemkot Positif Covid-19

Sementara itu, Ardhimas Bagus Saputra, 22, satu di antara penumpang kereta api merasa terbantu dengan adanya porter di stasiun. Terlebih, mereka tidak mematok tarif angkut. Ia pun memberi imbalan sesuai berat barang yang dibopong si porter.

“Mereka (porter) membantu saya. Saya ini mau ke Jakarta dan barang saya banyak. Jadi saling bantu juga dengan bapak porter ini,” kata pemuda asal Semarang Timur ini. (dev/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya