alexametrics

Netizen Laporkan Dugaan Jual Beli Vaksin di Semarang, Dijual Rp300 Ribu Plus Sertifikat

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Isu jual beli vaksin di Kota Semarang yang marak beredar di media sosial langsung ditanggapi Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.

Isu jual beli vaksin ini muncul di kolom komentar Instagram milik Hendrar Prihadi belum lama ini. Dalam komentar tersebut netizen mengadukan satu dosis vaksin dijual dengan harga sekitar Rp 300 ribu plus dengan sertifikatnya.

Wali kota yang akrab disapa Hendi itu langsung meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang untuk melakukan penelusuran.“Saya sudah minta Dinkes untuk menyeldiiki, selain itu Kadinkes juga saya minta untuk berkoordinasi dengan Kepolisian untuk melakukan pengecekan,” kata pria yang akrab disapa Hendi ini saat ditemui di kantornya, Jumat (22/10/2021) pagi.

Baca juga:  UIN Walisongo Tambah 10 Guru Besar Baru

Hendi menduga kemungkinan memang ada praktik jual beli vaksin itu. Meski begitu harus menunggu laporan hasil penyelidikan. Menurutnya vaksin tidak untuk diperjualbelikan, sesuai arahan dengan Presiden Joko Widodo yang memberikan vaksin secara gratis.“Semua punya hak untuk mendapatkan vaksin, dan vaksin tidak untuk diperjualbelikan,” tuturnya.

Dirinya meminta masyarakat untuk tidak tegiur dengan iming-iming vaksinasi Covid-19 tanpa antri dengan mengelaurkan biaya, ataupun takut stok vaksin habis. Menurut Hendi jika ada oknum yang manawarkan, jelas masuk penipuan.

“Ndak usah galau karena stok vaksin tersedia. Misalnya ada yang nawarin bayar vaksin, terus endak antri. Itu jelas penipuan, karena vaksin covid-19 gratis,”pungkasnya. (den/bas)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya