alexametrics

Minta CCTV di Kantor Perbankan, Pusat Perbelanjaan, Minimarket dan Perkantoran Diintegrasikan ke Pemkot

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Kantor perbankan, pusat perbelanjaan, minimarket dan perkantoran yang letaknya di pinggir jalan protokol Kota Semarang diminta untuk memasang CCTV. Harapannya, CCTV tersebut bisa diintegrasikan ke Pemkot Semarang yang memiliki fitur analitik.

Hal ini sesuai ketentuan Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 5 Tahun 2019 tentang CCTV. Pihak Dinas Komunikasi dan Informatika, Persandian, dan Statistik pun semakin gencar menyosialisasikan perwal tersebut kepada pihak swasta, khususnya yang berkantor di jalan protokol.

Kepala Diskominfo, Persandian dan Statistik Kota Semarang Bambang Pramusinto menjelaskan, jika sosialisasi ini bakal dilakukan ke pihak swasta, misalnya perbankan dan minimarket yang letaknya ada di pinggir jalan protokol.

“Kita akan menggerakkan sosialisasi kepada pihak swasta untuk bisa memasang lalu mengintegrasikan CCTV, sehingga bisa masuk ke server kami dan bisa dipantau,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (21/10).

Baca juga:  Investasi Apartemen Cerah

Ia mencontohkan, perbankan, pusat perbelanjaan, perkantoran ataupun minimarket sudah memiliki CCTV. Sosialisasi, kata dia, dilakukan agar CCTV ini bisa diintegrasikan ke Pemkot Semarang yang memiliki fitur analitik.

Misalnya, kepatuhan memakai masker, jumlah kendaraan, sampah, banjir dan parkir liar. Fungsi lainnya tentu untuk ronda online agar Semarang jauh dari kriminalitas.  “Sebenarnya kepedulian pihak swasta memasang CCTV cukup tinggi, namun butuh sosialisasi agar bisa terintegrasi,” tambahnya.

Dengan CCTV terintegrasi, kata dia, bisa digunakan untuk ronda online yang bisa diakses melalui aplikasi tiliksemar untuk menjaga ketertiban dan keamanan Kota Semarang.

Sebelumnya, sebanyak 10 ribu lebih CCTV juga telah dipasang di tingkat RT, dan 60 persennya sudah terintegrasi. Hanya wilayah Mijen dan Gunung Pati yang belum, karena belum ada jaringan internet.

Baca juga:  Peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang Digelar Sederhana

“Dengan adanya CCTV ini pelaku kejahatan pasti mikir. Beberapa kali banyak pelaku kejahatan yang tertangkap berkat CCTV, yang terbaru begal di depan Balai Kota Semarang,” jelasnya.

Pihaknya mengaku belum lama ini bertemu dengan pihak swasta yang berkantor di Jalan Pahlawan agar mau mengintegrasikan CCTV ke Diskominfo. Apalagi di Jalan Pahlawan kerap digunakan untuk berkumpul warga, hingga kegiatan balap liar serta demo.

Dalam waktu dekat, Bambang mengaku juga akan meng-upgrade server tiliksemar agar ketika diakses tidak down alias lemot. Apalagi jika semakin banyak CCTV yang terintegrasi. “Nanti kita siapkan server yang lebih kuat, tentu harus komprehensif ketika lebih banyak CCTV yang akan diintegrasikan,” paparnya.

Baca juga:  Dukun Cabul Ternyata Melancarkan Aksinya di Beberapa Tempat

Ia menargetkan semua CCTV bisa terintegrasi pada 2022 nanti ditambah dengan CCTV baru yang akan dianggarkan Pemkot Semarang yang jumlahnya 10.293 di tingkat RT untuk melengkapi CCTV yang sebelumnya sudah dipasang. Dengan adanya CCTV yang terintegrasi ini, menurut dia, bisa menekan tingkat kriminalitas di Kota Semarang.

Selain itu juga akan dipasang 30 CCTV di tempat rawan kejahatan ataupun kecelakaan. Misalnya, di Sigar Bencah, Kaligawe, dan lainnya. CCTV ini rencananya memiliki spesifikasi yang lebih bagus dibanding CCTV biasa. “Speknya akan lebih tinggi, kita pasang di wilayah rawan kejahatan dan kecelakaan, sehingga bisa meminimalkan tindak kejahatan,” harapnya. (den/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya