alexametrics

Kolaborasikan Berbagai Genre Lukisan dalam Satu Pameran

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Lima perupa dengan latar genre lukisan yang berbeda melakukan kolaborasi dalam pameran seni. Acara itu merupakan bagian dari Artpaintour atau pameran keliling ke-2 yang diadakan 5 Rupa.

Pameran yang berlangsung hingga 31 Oktober itu, dibuka oleh Kabid Industri dan Agro Dinas Perindustrian Kota Semarang Indra Hanafi, Jumat (15/10/2021) lalu. Lima perupa yang memamerkan lukisannya yakni, Giovani Susanto, Goenarso, Yoyok Barakalloh, Hari Laksono, dan Hari Titut.

Pameran digelar di Creative Hub Semarang. Sebanyak 35 lukisan milik 5 Rupa dipamerkan di setiap sudut ruangan. Terdapat 25 lukisan souvenir yang dipajang di ruang tengah. Tentu saja harganya berbeda dengan lukisan pameran.

“Kami berlima dengan sukarela ingin menarik minat masyarakat pada karya seni. Makanya dibuat lukisan souvenir dengan harga terjangkau,” ujar Giovani, ketua 5 Rupa.

Baca juga:  Dinyatakan Positif Pada Swab Test Keempat, Keluarga Tegaskan Hendi Dalam Kondisi Baik

Lukisan pameran dipatok harga jutaan rupiah. Sedangkan lukisan souvenir dengan harga tak sampai Rp 1 juta. Beberapa lukisan sudah terjual sejak hari pertama.

Salah satu perupa, Yoyok Barokalloh juga membuka jasa sketsa wajah dan karikatur bagi pengunjung yang ingin digambar. Hanya dalam beberapa hari Ia sudah menggambar puluhan orang. Pengerjaannya cukup cepat. Tak lebih dari 15 menit. Jasanya pun relatif murah. Cukup Rp 50 ribu untuk mendapat sketsa wajah sendiri.

“Paling susah gambar anak kecil, soalnya banyak gerak. Tapi ya tetep jadi,” ujar Yoyok.

Dalam pameran itu, tiap perupa memiliki genre berbeda. Hal itu menjadikan pameran tersebut menarik. Giovani perupa dekoratif yang kini menjadi surealis. Menurutnya aliran tersebut lebih imajiner. Sehingga ia bebas mengekspresikan idenya di atas kanvas.

Baca juga:  Quattrick, Jateng Jadi Provinsi Terbaik TLHP Kemendagri

Lain dengan Giovani, Yoyok awalnya perupa aliran realis sejak tahun 1987. Namun lima tahun terakhir ia menekuni aliran impress. Ia merasa menemukan jiwa seninya yang terbaik dengan ganre impress. Lalu perupa Gunarso bergenre abstrak,  Hari Laksono surealis, Hari Titut realis.

Pameran itu berhasil menarik perhatian pengunjung. Beberapa turis mancanegara datang dan berkeliling. Mereka harap inisiasi Artpaintour yang diadakan menjadi wadah kegiatan seni positif bagi semua kalangan. (taf/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya