alexametrics

Peringati Pertempuran Lima Hari di Semarang dengan Resik-Resik Tugu Muda

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Konservator Museum Ranggawarsita bersama mahasiswa melakukan resik-resik Monumen Tugu Muda sejak pukul 09.00. Kegiatan ini dalam rangka peringatan Pertempuran 5 Hari di Semarang.

Kegiatan pembersihan di monumen bersejarah di Kota Semarang kali ini dilakukan secara terbatas karena masih pandemi Covid-19.

“Kami sudah melakukan giat dalam rangka peringatan Pertempuran 5 Hari Semarang dan peringatan Hari Museum Nasional ini sejak 2013. Lalu diterjang pandemi. Tahun ini kami baru berani melakukan resik-resik cagar budaya lagi,” kata Kepala Museum Ranggawarsita Jateng Joko Wicaksono.

Kegiatan resik-resik Tugu Muda ini sebagai momentum bahwa di Kota Semarang pernah terjadi peristiwa besar yang bersejarah. Sasaran kegiatan ini yaitu konservasi relief tugu muda yang beberapa bagiannya ditumbuhi lumut dan jamur. “Ini adalah langkah kecil sebagai pengingat kalau Semarang itu punya identitas sejarah yang kuat,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Semarang Kamis (14/10).

Baca juga:  Hendi Siap Sambut MLTR di Semarang

Sementara itu, Petugas Konservasi Museum Ranggawarsita Nurodho mengatakan, kondisi monumen Tugu Muda saat ini cukup baik secara umum. Meski terdapat jamur dan lumut di relief-reliefnya. Hal itu masih bisa dibersihkan. Hanya terdapat 25 persen yang mengalami kerusakan karena mengelupas lapisannya. “Itu karena faktor usia,” ujarnya sambil membersihkan lumut di sela monumen.

Adapun pembersihan lumut serta jamur yang ada di monumen itu menggunakan bahan khusus. Karena material batu konstruksinya memakai material konglomerat atau campuran.

“Monumen ini dari kontruksinya itu bagus. Disayangkan karena reliefnya dicat. Tapi mungkin pihak yang mengecat itu berpikir untuk melindungi batu dari cipratan air mancur di sekeliling monumen,” terangnya.

Baca juga:  Revitalisasi Pasar Johar Bangkitkan Ekonomi

Kegiatan resik-resik Monumen Tugu Muda ini tidak sampai membersihkan bagian atas monumen. Kalau konservasi monumen seperti ini minimal 2 minggu. Tapi karena keterbatasan waktu, dan izin pemerintah hanya sampai 2 jam saja. “Kami hanya melakukan pembersihan di sini,” tandasnya. (cr8/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya