alexametrics

Pemkot Semarang Susun Strategi Cegah Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Pemerintah Kota Semarang terus berupaya menekan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Kemarin (11/10/2021) pemkot bersama sejumlah lembaga masyarakat menggelar FGD (forum group discussion) untuk menyusun strategi prefentif. Hasilnya, ada empat langkah strategis yang bakal diterapkan.

Pertama, pentingnya advokasi kebijakan membangun iklim ramah perempuan dan anak. Kemudian, pentingnya memilih wilayah tertentu untuk dijadikan pilot project. Langkah berikutnya, upaya penyadaran terhadap isu kekerasan terhadap perempuan dan anak. Selain itu, perlunya membangun jaringan dan kolaborasi dari berbagai elemen demi mewujudkan perlindungan terhadap perempuan dan anak.

Diketahui, FGD tersebut sebagai salah satu rangkaian acara pra-Festival HAM yang bakal digelar di Semarang pada 16-19 November mendatang.

Baca juga:  Dua Pelaku Pembacokan di Rusunawa Terancam Tujuh Tahun Penjara

“Saya berharap teman-teman semua dapat berpartisipasi dan menelurkan ide-ide dalam rangkaian acara Festival HAM nanti,” tutur kepala  Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) Seruni, Krisseptiana Hendrar Priadi Senin (11/10/2021).

Menurutnya, meski upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak sudah tergolong baik, namun angkanya masih saja ada. Pertanyaannya adalah, Tia-sapaan akrabnya- apakah angka itu murni hanya sekian, ataukah seperti fenomena gunung es.

“Kalau preventifnya kuat, otomatis nggak ada kasus kekerasan. Kalaupun ada, kita sudah ada sistemnya,” terang istri wali kota Semarang itu.

Tia menambahkan, butuh peran semua pihak untuk menekan kasus kekerasan perempuan dan anak. “Karena pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Butuh peran masyarakat,” tekannya.

Baca juga:  Hendi – Ita Berpeluang Dipasangkan Kembali

Sementara itu, Nur Hasyim moderator FGD berpesan terkait pentingnya keterlibatan laki-laki dalam isu ini. Mengingat, hal ini berhubungan dengan keyakinan laki-laki tentang konsep maskulinitas.

Menurutnya, pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak membutuhkan perubahan konsep, termasuk peran laki-laki. Seperti, sikap menghormati perempuan layaknya menghormati diri sendiri.

FGD dihadiri Bappeda Kota Semarang, LBH APIK, LEC-KJHAM, ANANTAKA, dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK). (cr9/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya