alexametrics

Wisata di Kota Lama Semarang mulai Bergeliat Lagi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Mengetahui dibukanya wisata di Kota Lama, Doni membawa istri dan kedua anak lelakinya berlibur Minggu (10/10/2021). Ia berkeliling di area Pasar Klitikan Asem Kawak sambil mengenalkan barang-barang antik yang tak lagi dijumpai anaknya saat ini.

Saat Jawa Pos Radar Semarang ini tiba di Kota Lama, Doni menunjukkan telepon kabel dan kaset tua pada anaknya. Ia menjelaskan alat-alat tua itu beserta kegunaannya di masa lalu. Anaknya yang baru duduk di bangku kelas dua sekolah dasar tampak keheranan. Pantas saja, ia tak pernah melihat barang-barang tua di kesehariannya. “Sambil nostalgia, ngenalin anak-anak kalau dulu ada barang kayak gini,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Keluarga asal Ungaran, Kabupaten Semarang itu, sengaja memanfaatkan kesempatan dibukanya pariwisata untuk berlibur tipis-tipis. Hanya perlu menempuh 30-45 menit untuk tiba di Jalan Garuda, Kota Lama Semarang. Pasalnya anak-anak sudah lama tidak mendapat hiburan di luar rumah. “Mumpung wisata sudah dibuka kan,” imbuhnya.

Baca juga:  Lupakan Kolesterol, Saatnya Menikmati Gurihnya Lontong Kikil Pak Yanto

Bahrul Idhom, wakil ketua Komunitas Pedagang Antikan Asem Kawak pun tak keberatan dengan pengunjung yang hanya melihat-lihat dagangannya. Ia justru bersyukur wisata di Kota Lama sudah boleh dibuka. Sehingga 39 lapak pedagang yang tadinya sepi kini didatangi wisatawan kembali. “Dari lihat-lihat, kalau tertarik kan nanti beli,” ujar Bahrul.

Terlebih selama PPKM setelah pukul 20.00 para pengunjung Kota Lama sudah di-sweeping petugas diminta bubar dan pulang. Tak ada perbedaan antara hari biasa dan hari libur. Pengunjung tetap sepi.

Ia mengaku jumlah pembeli merosot drastis hingga 75 persen. Puluhan pedagang terpaksa menurunkan harga barang antik untuk menarik calon pembeli. Ia memahami kondisi perekonomian yang lesu. Orang-orang pun akan lebih mengutamakan pemenuhan kebutuhan pokok dibanding mengoleksi barang.

Baca juga:  Sasar Lansia, Dinsos Semarang Gandeng TP PKK

“Dulu sebelum pandemi orang lihat harga tinggi nggak masalah, tetep beli. Kalau sekarang kan mikir-mikir lagi,” timpalnya.

Namun Bahrul optimistis, kondisi saat ini perlahan membaik. Wisatawan dari luar kota mulai berdatangan. Pengunjung asal Jawa Barat hingga Jakarta kembali mencari koleksi barang antik. Beberapa di antaranya juga belanja untuk dijual kembali. (taf/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya