alexametrics

Latihan Perdana Bersama Pelatih Baru PSIS Genjot Fisik dan Taktik

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Skuad PSIS Semarang melakukan latihan perdana bersama pelatih barunya, Ian Andrew Gillan, Jumat (8/1) sore. Latihan tersebut dilakukan untuk persiapan jelang seri 2 BRI Liga 1. Sesuai jadwal, seri 2 akan berlangsung pada pekan depan. PSIS akan menghadapi Persik Kediri pada laga pembuka Seri 2 BRI Liga 1 yang akan berlangsung di Stadion Manahan Solo.

Latihan perdana kemarin berlangsung di Lapangan Putat Gede, Kabupaten Kendal. Ian mengombinasikan program latihan fisik dan taktik. Di awal latihan, Wallace Costa dkk diminta melakukan latihan fisik dengan dipandu oleh pelatih fisik Afif Prasetiawan. Selanjutnya, para pemain PSIS diinstruksikan oleh Ian untuk melaksanakan latihan taktikal.

“Kesan pertama saya lihat para pemain PSIS, mereka memiliki kualitas yang cukup bagus,” ungkap Ian Andrew Gillian.

Latihan sore itu difokuskan untuk recovery sesi pertama setelah libur. Diikuti dengan sesi tes fisik. Dan diakhiri dengan latihan yang mengarah ke pola taktikal.

Pelatihan asal Skotlandia tersebut mengaku, ia dan bersama tim pelatih akan bekerja semaksimal mungkin untuk menghadapi seri 2 BRI Liga 1 2021/2022. Ian juga membeberkan hari ini akan kembali berlatih. Latihan hari kedua ini akan fokus pada taktikal.

Baca juga:  Prediksi Susunan Pemain Barito Putera vs PSIS Semarang

“Banyak pemain bertalenta di sini. Pemain lokal bagus, dan pemain asing juga bagus-bagus,” puji pelatih 56 tahun ini.

Striker Laskar Mahesa Jenar Hari Nur Yulianto mengatakan, seri 2 BRI Liga 1 akan ia tatap dengan optimistis. Pemain yang baru medapatkan anugerah sebagai pemain terbaik seri 1 BRI Liga 1 ini akan semakin memacu performa-nya untuk tampil lebih bagus lagi. Ditambah hadirnya pelatih baru PSIS, Ian Andrew Gillan. Ia berharap pelatih baru bisa cepat beradaptasi, menyatu dengan seluruh pemain, ofisial, dan manajemen klub. “Semoga bisa sukses membawa PSIS lebih baik,” harap pemain asal Kendal ini.

Kejutan
Sementara itu, usai seri 1 BRI Liga 1, PSIS menjadi perbincangan hangat. Sebab, mampu merangsek ke posisi dua klasemen sementara. Memberikan kejutan bagi pecinta sepakbola tanah air. Ditambah, tim ini mayoritas dihuni pemain muda. “Tiba-tiba PSIS Semarang muncul dengan kualitas pemain muda. Tanpa pelatih kepala,” ucap Corporate Secretary BRI Aestika Oryza Gunarto dalam acara ngobrol seru BRI Liga, 1 Jumat (8/10).
Kejutan tersebut adalah wajar. Sepak bola memang memberikan banyak kejutan tak terduga. Antusias dan semangat manjadi hal yang penting. Ia juga mengapresiasi pemain PSIS Pratama Arhan yang tampil ciamik dengan ciri khas lemparan ke dalamnya yang jauh.
Ketua umum suporter PSIS Panser Biru Galih Eko Putranto melihat keberhasilan tim berjuluk Laskar Mahesa Jenar ini merupakan resep dari manajemen tim. Menurut dia, beberapa tahun terakhir jarang membongkar pasang pemain. Hanya pelatih yang beberapa kali berganti. Sehingga chemistry pemain terbentuk. Hal tersebut membuat PSIS bisa bersaing di papan atas klasemen.
“Hasil tersebut sesuai harapan kami. Adanya pemain yang masih bertahan,” kata pria yang akrab dipanggil Galih ‘Ndog’ ini.
Menurutnya, tahun kemarin sebelum kompetisi dihentikan, PSIS sudah mulai membaik. Bisa bersaing dengan tim papan atas. Bersama pelatih sementara Imran Nahumarury, PSIS sudah menunjukkan permainan yang kompak secara tim. “Ke depannya, diharapkan bersama pelatih baru bisa padu lagi,” harapnya.
Galih mengaku sebagai suporter, pertandingan sepakbola adalah tambahan imun. Sudah hampir 500 hari tidak menonton tim kesayangannya bertarung. Namun dalam situasi pandemi sekarang, harus menyadari. Menahan diri karena kesehatan adalah yang utama. “Tanpa penonton kita ambil hikmahnya. Kita bisa nonton bareng keluarga di rumah,” tuturnya.
Legenda Persija Jakarta Ismed Sofyan mengatakan, pertandingan tanpa penonton menjadi hal positif. Terutama bagi pemain muda. Mental pemain bisa lebih terkontrol.
“Artinya, mereka tidak kena tekanan dari suporter,” kata pemain 42 tahun ini.
Ismed juga memberikan tips bagi pemain muda yang tampil cemerlang agar bisa terus bertahan di sepakbola profesional. “Medsos harus dikurangi. Karena jika di usia dini punya nama besar, bisa terbuai dengan pujian dan lupa berlatih lebih baik lagi. Karena sudah mendapatkan apa yang diinginkan di usia muda,” bebernya. (cr7/aro)

Baca juga:  Cara PSIS Terhindar dari Badai Covid-19, Pemain Dibatasi Keluar Hotel

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya