alexametrics

Pasar Bulu Semarang Disiapkan Jadi Creative Market, Ini Penampakannya

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi serius untuk merealisasikan konsep Pasar Bulu sebagai ruang aktivitas ekonomi kreatif. Nama Bucket (Bulu Creative Market) sendiri akan digunakan sebagai bagian dari upaya re-branding salah satu pasar yang ada di ibu kota Jawa Tengah tersebut.

Hendi menggandeng Komite Ekonomi Kreatif (Komekraf) Semarang dalam merealisasikan Pasar Bulu menjadi Bulu Creative Market. Saat ini proses realisasi Bulu Creative Market telah sampai pada tahap penyiapan ruang oleh Dinas Tata Ruang Kota Semarang. Beberapa pengerjaan fisik dilakukan pada ruang yang nantinya akan ditempati oleh sejumlah pelaku ekonomi kreatif di Kota Lunpia.

Pengerjaan tersebut antara lain perapian plafon, pembenahan penerangan ruangan, hingga pengecatan ulang. Di mana pada tahap awal sendiri pusat aktivitas Bulu Creative Market akan dipusatkan pada sektor sebelah barat lantai 3 Pasar Bulu,

Baca juga:  Semprotkan Eco Enzyme untuk Disinfektan di Zona Kuning

Hendi sendiri mengharapkan, keterlibatan Komite Ekonomi Kreatif Semarang dapat membuat upaya pengembangan Pasar Bulu bisa lebih matang dari sebelumnya. Harapannya tentu secepatnya Bulu Creative Market ini bisa segera aktif, karena juga sebagai upaya membangkitkan ekonomi di masa pandemi.

“Tapi yang terpenting tentu saja harus matang, baik secara konsep maupun pengelolaannya, karena tujuan utamanya adalah memaksimalkan potensi Pasar Bulu,” tekan Hendi.

Komekraf sendiri akan melakukan pendampingan usaha, serta mempromosikan Bulu Creative Market dengan berbagai kegiatan yang akan didukung oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang.

Komekraf menargetkan Bucket bisa menampung 30 pelaku ekonomi kreatif. Dengan memprioritaskan pelaku ekonomi kreatif dari Kota Semarang yang belum memiliki ruang aktivitas fisik.

Baca juga:  Khadik Ngaku Tak Tahu Ada Kebocoran Uji KIR

Terpisah, Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang Joko Susilo mendukung langkah pemkot dalam mengoptimalkan Pasar Bulu. Menurutnya, konsep Bulu Creative Market dapat mendongkrak kembali kunjungan masyarakat ke Pasar Bulu.

“Tapi yang terpenting, selain konsepnya harus matang, butuh keseriusan pihak terkait dalam mengaplikasikan konsep Bucket ini. Harus benar-benar dioptimalkan,” harapnya.

Pihaknya pun menyayangkan kondisi Pasar Bulu selama ini yang tidak bisa optimal. Terlebih lokasinya berada di jantung kota.

“Pasar Bulu itu tempatnya strategis, jadi sayang kalau tidak dioptimalkan. Apalagi pembangunannya menelan puluhan miliar. Jangan sampai muspro lah. Ke depan harus bagus, harus ramai,” tandasnya. (BBS/aro)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya