alexametrics

‘Virus’ Thrifting Merebak di Kalangan Milenial Semarang

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Deretan baju berwarna-warni dan berbagai jenis menggantung di setiap stan acara Weekend Thrift 1St Sary di Up Uptree Coffee & Stories Semarang, Jalan Kawi Raya Kota Semarang Minggu lalu (3/10/2021). Ada jaket, jeans, hem, hoodie, kaos, berjajar rapi layaknya mal.

Para penjual pakaian bekas di stan tersebut memiliki wadah Semarang Flea Market. Mereka kerap mengadakan acara layaknya pasar tiban. Meski komunitas yang berdiri sejak 2017 ini, kebanyakan anggotanya fokus berjualan secara online. “Kadang, di momentum seperti inilah, kami saling tukar atau membeli dagangan temannya,” kata Puput, anggota Semarang Flea Market.

Mereka memfasilatasi kalangan anak muda yang saat ini menggandrungi belanja pakaian bekas atau Thrifting. Tren ini menyambar sampai ke Kota Semarang. Kalau beruntung, bisa mendapatkan barang bermerek dan langka dengan harga miring.

Baca juga:  Beraksi di Depan TLJ, Enam Begal Diringkus

Bahkan peminat pakaian bekas di Kota Lumpia ini cukup tinggi. Tak jarang, dalam sebuah event ada yang rela datang dari luar kota. “Beberapa seller menjual hingga luar negeri karena pemasarannya banyak yang online,” ucap Puput saat ditemui dalam acara Weekend Thrift 1St Sary di Up Uptree Coffee & Stories, Semarang.

Wanita yang fokus berjualan online di instagram Bilik Trift Shop itu mendapatan pakaian bekas dari berbagai daerah, termasuk luar negeri. Mengingat itu adalah pakaian bekas, treatment yang dilakukan juga khusus. Biasanya, ia akan mencucinya terlebih dahulu menggunakan air hangat atau merendamnya dengan larutan cairan disinfektan.

Tidak ada patokan harga bagi barang secondhand. Semuanya tergantung kualitas dan peminatnya. Ada yang seharga Rp 30 ribuan, ada pula yang sampai jutaan rupiah. “Kalau barang rare (langka) atau branded itu pasti harganya naik,” ungkapnya.

Baca juga:  Cegah Virus Korona, Permintaan Masker Tinggi

Salah satu pecinta thrifting, Syarah Mutia mengaku suka berburu pakaian second. “Meskipun second tetapi kualitasnya banyak yang masih bagus. Harganya tentu jauh lebih miring daripada baru,” paparnya. (cr9/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya