alexametrics

Belik Lanang Peninggalan Sunan Kalijaga di Kalipancur Tergusur Proyek Perumahan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Jejak peninggalan Sunan Kalijaga di Semarang tidak hanya di Goa Kreo. Namun ada peninggalan lain berupa sumber mata air kecil yang biasa disebut Belik. Tepatnya di Jalan Candi Penataran Timur, Blok I, Kalipancur, Ngaliyan. Rencananya akan dijadikan destinasi wisata.

Salah seorang tokoh masyarakat Wisnu Wijanarko menceritakan, dulunya ada dua belik di tempat itu. Warga setempat sering menyebutnya Belik Lanang dan Belik Wadon.

Belik Lanang dulunya adalah bekas tancapan tongkat Sunan Kalijaga untuk berwudhu. Di dekat Belik itu, dulunya terdapat surau kecil. Namun saat ini tempat itu sudah ditutup permanen lantaran terkena proyek perumahan.

Penutupan tempat itu memerlukan prosesi khusus. Selama tujuh hari dilakukan mengaji. Selain itu, Wisnu harus juga melakukan ziarah ke makam wali. Salah satunya ke Sunan Kalijaga untuk wasilah meminta petunjuk agar Belik itu dapat ditutup.

Baca juga:  Program Jogo Tonggo di Kelurahan Sarirejo Digelar secara Bergiliran

“Akhirnya bisa ditutup. Namun syaratnya, sekitar tempat itu harus segera dibangun masjid,” kata Wisnu kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Karena isyarat perintah dari mimpi tersebut, akhirnya Belik dapat ditutup. Selanjutnya tahun 2015 mulai dibangun masjid dibekas surau tersebut. Saat ini masjid tersebut diberi nama Masjid Al Hidayah. Sedangkan lokasi Belik sekarang, tepat berada di bawah jembatan sebelum masjid.

Sedangkan Belik Wadon, saat ini masih ada. Warga setempat menamainya dengan Sendang Nyai Sekar Wangi. Masih menurut penuturan Wisnu, Sendang itu dulunya sebagai tempat ritual. Banyak orang mencari nomor togel. Makanya banyak dupa dan sesajen di tempat itu.

“Dulu kalau nyari nomor itu tinggal ke sendang ini. Prosesi sebentar. Kemudian menyelupkan kertas sigaret rokok, bisa keluar angka,” terangnya.

Baca juga:  1,5 Tahun Ditempati, Rumah Deret Tambakrejo Mulai Terendam Rob

Saat ini sendang tersebut masih mengeluarkan air. Masyarakat masih menggunakan sendang tersebut untuk keperluan mandi. Letaknya berdekatan dengan sungai.

Menurut pantauan wartawan koran ini, akses jalan ke lokasi agak sulit. Harus melewati jalan setapak. Kalau bukan dengan orang setempat, akan sulit menemukan tempat itu. Karena jalan akses masuk sudah dibangun perumahan.

Menurut penuturan warga setempat Muzaki Anwar, sendang tersebut rencananya akan dibuat tempat wisata. Saat ini masih proses menyatukan visi misi warga. “Kalau menjadi tempat wisata bagus pastinya. Sejarahnya juga ada,” jelas Zaki.

Beberapa waktu lalu warga sudah dikumpulkan membahas rencana tersebut. Namun sampai saat ini belum ada gerakan. “Rencana awal akan ada kerja bakti terlebih dahulu,” tandasnya. (cr7/ida)

Baca juga:  Pelantikan Pimpinan DPRD Kota Semarang 2019-2024

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya