alexametrics

12 Karya Indonesian Fashion Chamber Semarang Tampil di Festival Kota Lama

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Festival Kota Lama 2021 yang digelar sejak 18 September lalu ditutup dengan pameran, diskusi, dan fashion show. Acara digelar secara hybrid, offline dan online. Sedangkan fashion show menampilkan busana batik milik Indonesian Fashion Chamber (IFC) Semarang.

Busana rancangan desainer Sudarna Suwarsa secara bergantian dipamerkan pada event spesial tahunan tersebut. Sebanyak 12 busana karya IFC dikenakan oleh enam talent model. Fashion show berlangsung pada pukul 10.30 di Gedung Galeri Industri Kreatif Kota Lama Semarang.

Selanjutnya acara talkshow diisi oleh Wakil Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu, dan Area Manager Jawa Tengah PT Emporia Digital Raya Handoko. Ita – sapaan akrab wali wali kota – menyampaikan tantangan yang dihadapi UMKM selama pandemi. Lalu proses digitalisasi UMKM dipaparkan oleh Handoko selaku mitra pemerintah dalam hal ini. “Dari sini kita kembangkan lagi potensi wisata dengan industri kreatif yang kita miliki,” ungkap Ita kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Melihat banyak produk UMKM Semarang yang dipajang di galeri itu, Ita terdorong agar lebih banyak pelaku usaha dapat diberdayakan. Tak lain dengan memanfaatkan potensi wisata Kota lama. Ia menerima berbagai masukan soal hal ini.

Baca juga:  Disnaker Kota Semarang Kurangi Pengangguran dengan Menggelar Job Fair

Handoko menyarankan agar pihaknya membuka beragam paket wisata di Kota Lama. Dengan begitu wisatawan dapat mengeksplor Kota Lama tanpa mengeluarkan uang di setiap lapak UMKM yang ingin dibeli.

Bekas gudang dinas pendidikan itu dinilai sangat strategis untuk membuka galeri produk UMKM. Meski sifatnya dipinjamkan, tapi Ita akan mengoptimalkan pengunaannya untuk mendukung agenda tersebut. “Kalau kita jaga budaya kita, orang akan penasaran dan datang ke sini,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Handoko masih melakukan pembinaan dengan pelaku UMKM Jateng dari kota ke kota. Bagi yang masih kesulitan, ia juga melayani di kantornya di Jalan Pahlawan Lantai 8. Melalui aplikasi bernama Pasar Klaster UMKM ratusan pedagang bisa mendaftarkan lapak tanpa dipungut biaya. “Kami sudah mulai digitalisasi UMKM di Jateng dari 25 Agustus kemarin,” pungkasnya. (taf/ida)

Baca juga:  Lenggak-lenggok Bak Model, Napi Lapas Bulu Semarang Pamerkan Karya di Fashion Show

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya