alexametrics

Hujan Deras, Talut di Tegalsari Ambrol

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Talut di Jalan Tegalsari Barat Kota Semarang ambrol saat diguyur hujan deras Minggu (26/9/2021) sekitar pukul 00.15 dini hari.

Akibat kejadian tersebut, material talut yang ambrol sempat menutup akses jalan di bawahnya. “Ketua RT, RW dan Kelurahan langsung berkoordinasi dengan DPU (Dinas Pekerjaan Umum), dan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kota Semarang. Bahkan BPBD juga langsung ke sini memberi bantuan terpal dan sembako,” terang Lurah Tegalsari, Sri Martini kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Hingga berita ini diturunkan, pihak DPU dengan alat beratnya sedang membereskan material longsor. Dibantu satu truk dan beberapa pekerja, material yang menutupi jalan dan saluran air mulai terkondisikan. Sementara, jalan yang retak itu dipasang garis dan ditutup, mengingat masih rawan ambrol.

Baca juga:  Sembilan Pemotor Terperosok di Lubang Jalan Raya Siliwangi

“Yang paling penting saluran airnya tidak tersumbat dulu. Penting soalnya. Tapi, harapannya ya segera mendapatkan bantuan dan dibangun lagi,” jelas Sri Martini.

Talut di Jalan Tegalsari Barat RT 7/RW 13, Tegalsari, Candisari, Kota Semarang ambrol pukul 00.15 Minggu (26/9/2021) dini hari. (ANIK MEILINDA/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Prayitno, 56, ketua RT 7/RW 13, Tegalsari yang kebetulan rumahnya tepat di depan talut itu mendengar suara gemeretak ketika ia hendak tidur. Selang beberapa waktu, gemuruh tanah terdengar lalu membuatnya keluar rumah. Di tengah hujan yang masih mengguyur, masyarakat sekitar menilik lokasi ambrol itu.

“Talut ini umurnya sudah tua, lebih dari 20 tahun. Sudah retak, sempat dicek oleh DPU dan Disperkim juga. Sekitar sebulan yang lalu jalan ini baru saja diaspal untuk menambal yang retak,” jelasnya.

Beruntungnya, kejadian ini tidak menelan korban. Mengingat kejadiannya saat hujan, jadi di bawah talut itu tidak banyak anak muda yang parkir motor dan nongkrong. Pun di jalan itu tidak ada mobil yang terparkir.

Baca juga:  Jalur Semarang-Demak Macet Parah Lur, Mengular sampai Tanjung Emas

“Biasanya anak-anak itu rame nongkrong di bawah sana,” jelas laki-laki yang sejak kecil tinggal di Semarang itu.

Selain itu, Suprayitno juga menemukan retakan lain di jalan yang sama. Ia pun berharap pemerintah setempat juga bisa mengantisipasi terjadinya hal yang sama di sekitarnya. (cr9/bas)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya