alexametrics

Sudah Siap Ditempati, Begini Kondisi Terbaru Pasar Johar Semarang

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Pemindahan pedagang dari Pasar Relokasi Johar di Kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) ke kawasan Johar bakal menjadi prioritas Pemkot Semarang pada bulan ini. Hal itu ditegaskan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Senin (20/9/2021).

“Pasar Johar (pemindahan pedagang, Red) jadi program prioritas, pengundian dilakukan Minggu ini dan selama September ini pedagang bisa masuk ke Johar Utara, Tengah dan Kanjengan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Pria yang akrab disapa Hendi ini menjelaskan, nantinya setelah tiga blok ini terisi pedagang, penataan akan dilakukan di Johar Selatan dan Alun-Alun Johar atau Pasar Yaik.

“Pengundian maksimal tanggal 24-25 September. Diharapkan akhir September selesai menempati bangunan di Pasar Johar,” tambahnya.

Petugas tengah membersihkan lapak di Pasar Johar Cagar Budaya (17/9/2021) yang siap ditempati pedagang. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Jumlah pedagang yang sudah teregistrasi, lanjut Hendi, pada tahap pertama ini ada 3.800 pedagang. Nantinya pedagang akan dibagi sesuai zonasi atau klaster dan kesiapan lokasi yang akan ditempati.

“Lokasi yang sudah siap ada 2.900 lapak di Johar Utara, Tengah, Selatan, Kanjengan, dan Yaik,” jelasnya.

Baca juga:  Dinunuti Perempuan Cantik, Menghilang di Tengah Jalan

Sisanya, lanjut Hendi, akan ditempatkan di Shopping Center Johar (SCJ). Saat ini, Pemerintah Kota Semarang sedang melakukan proses negosiasi dari pihak yang mengontrak SCJ agar bisa diminta lebih cepat.

“Kami sudah koordinasi terkait penghitungan ini. Harapannya, pengontrak lahan cocok, sehingga akhir tahun bisa diserahkan kepada kami,” kata Hendi.

Setelah diserahkan, lanjut Hendi, Dinas Perdagangan (Disdag) akan melakukan rehabilitasi sesuai dengan peruntukannya di SCJ ini. Los dan kios juga akan diperbaiki. Ia memperkirakan, jika akhir tahun ini diarahkan, rehabilitasi bisa dilakukan Januari, dan ditargetkan rampung pada April mendatang.”Jadi, Mei bisa masuk Shopping Center Johar,” harapnya.

Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang Joko Susilo mengatakan, zonasi perlu ditentukan dulu dan diberitahu kepada pedagang. Sampai saat ini, lanjut dia, Disdag belum memberitahukan zonasi kepada pedagang, bahkan kapan pengundian pun belum jelas akan dilakukan.

“Zonasi ini sampai sekarang belum ada kejelasan, nah padahal pedagang perlu tahu di mana tempatnya berjualan nanti setelah dipindah,” tuturnya.

Baca juga:  Jaga Eksistensi Seniman lewat Festival Tari Virtual

Masalah lain yang perlu diselesaikan adalah terkait simpang siur pembagian lapak pedagang yang perlu diluruskan. Misalnya, ada pedagang yang punya lima lapak dengan satu nama, hanya akan mendapatkan satu lapak, sementara pedagang dengan lima lapak kemudian dinamai berbeda bisa mendapatkan lima lapak.

“Ini kan bisa membuat pedagang iri, pedagang juga kalau bisa minta lapaknya bisa jejer agar berjualan mudah. Saran saya dinas pakai register lapak yang dimiliki saja biar adil,” katanya.

Petugas tengah membersihkan lapak di Pasar Johar Cagar Budaya (17/9/2021) yang siap ditempati pedagang. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Belum lama ini, Joko mengaku bertemu dengan perwakilan pedagang yang sebenarnya ingin membuat aksi karena tidak puas dengan keputusan dari Disdag terkait pembagian lapak. Untungnya, aksi ini bisa dicegah, karena bisa membuat Semarang jadi tidak kondusif, apalagi di masa pandemi seperti saat ini.

“Minggu kemarin ketemu pedagang. Tuntutan pedagang mau aksi, tapi saya menghendaki jangan sampai aksi karena membuat Semarang tidak nyaman. Rabu besok saya mau ke Johar bersama Dinas Perdagangan yang mendampingi,” terangnya.

Baca juga:  Mahasiswa Unisbank Komitmen Jaga Pluralisme

Komisi B, kata Politisi PDI-Perjuangan ini,  ingin melihat kesiapan tempat menjelang pemindahan. Jika tempat sudah siap, dia mendorong untuk digelar pertemuan antara PPJP Johar dengan Disdag agar tidak lagi terjadi kesimpangsiuran.

“Rabu ini, kami ketemu dan sinkronkan dulu, belum kalau langsung pindah. Saya yakin Disdag mendukung jika dilakukan mediasi agar sepaham. Nanti tinggal setiap zona ini diwakli siapa, ada 20 infonya, dan anggotanya siapa saja,” tambahnya.

Joko memastikan jika semua pedagang lama akan diakomodasi, bukan pedagang baru yang akan dimasukkan ke Pasar Johar. Jika semua pedagang sudah masuk, dan ada sisa tempat baru akan dipikirkan pedagang baru.

“Kami minta yang diutamakan pedagang lama, pedagang baru jelas enggak lah. Kalau sudah semua masuk, ada sisa ya nggak masalah yang penting ini klir dulu,” pungkasnya. (den/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya