alexametrics

Sudah Ditempel Stiker Nomor, Kios dan Lapak Johar Siap Ditempati

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Persiapan perpindahan pedagang dari tempat relokasi Kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) ke Pasar Johar sudah dimulai. Petugas Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Semarang telah rampung melakukan penempelan nomor lapak dan kios yang akan digunakan pedagang mulai Kamis (23/9/2021) mendatang.

Pantauan koran ini, stiker nomor sudah terpasang rapi di lapak dan kios di Johar Cagar Budaya, yakni Johar Tengah dan Utara. Ukuran lapak bervariasi, mulai 1 meter persegi hingga 1,5 meter persegi. Sedangkan untuk ukuran kios sekitar 2 meter persegi.

“Penempelan nomor lapak sudah dilakukan petugas Disdag selama dua hari, dan sudah selesai dilakukan Selasa (14/9/2021) kemarin,” kata Agus Hariyanto, salah satu petugas keamanan di Pasar Johar, Kamis (16/9/2021).

Agus menjelaskan, meski sudah selesai, petugas Disdag tetap melakukan pengecekan ulang. Ada nomor lapak yang direvisi karena salah memasang posisi nomor pada lapak yang disediakan untuk pedagang.

“Rabu (15/9/2021) kemarin, ada petugas yang datang untuk mengecek ulang. Siang tadi (kemarin, Red) juga ada petugas yang datang lagi, sepertinya untuk memastikan jika nomor lapak sudah benar,” ujarnya.

Baca juga:  Bongkar 24 Kios PKL, Petugas Dilempar Guci Dispenser

Jumlah lapak yang telah ditempeli nomor, kata dia, sekitar 1.232 lapak dari total 1.500 lapak yang bisa menampung pedagang di Johar Tengah dan Utara. Rinciannya, 377 lapak yang sudah dilabeli nomor di lantai satu Johar Tengah, dan 235 nomor di lantai dua, serta 114 kios di lantai satu, dan letaknya ada di bagian pinggir.

Sementara di Johar Utara sudah ada 361 nomor telah ditempel di lantai satu untuk lapak, 94 lapak di lantai dua, serta 51 kios yang di lantai satu. Selain di Johar Cagar Budaya, pemasangan lapak juga sudah dilakukan Disdag di Pasar Kanjengan.

“Sejauh ini kami belum tahu untuk pembagian parkir jika pedagang mulai berjualan, mungkin  baru akan diatur dinas setelah pemindahan dilakukan,”katanya.

Baca juga:  Hanya Tersisa Empat Pembuat Serabi di Kampung Serabi Semarang

Terpisah, Kepala Disdag Kota Semarang Fravarta Sadman menjelaskan, jika pemasangan stiker kios dan lapak sudah dilakukan sejak Senin (13/9/2021) lalu. Jumlah pedagang yang sudah terverifikasi sendiri sebanyak 3.802 pedagang.

“Penempelan nomor lapak sudah selesai. Kita akan pakai Johar Tengah, Utara, dan Kanjengan,. Jumlahnya 3.802 pedagang. Kita sudah cari formula sebaik-baiknya secara adil, nanti masuk tanggal 23 September,” ujarnya.

Zonasi, kata dia, terus akan dirapatkan oleh Pemkot Semarang. Apalagi kapasitas pedagang yang bisa menempati Pasar Johar ini berbeda jika dibandingkan sebelum kebakaran, misalnya. Johar Tengah dapat memuat 782 pedagang, Johar Utara 519 pedagang, sedangkan Kanjengan 734 pedagang.

“Kondisi pasar setelah direvitalisasi saat ini berbeda, dan harus mengikuti zonasi yang sudah ditetapkan,” jelasnya.

Sistem pengundian juga akan dilakukan secara online, di mana pedagang akan mendapatkan notifikasi mengenai nomor lapak, waktu pemindahan melalui nomor telepon yang sudah dicantumkan.

Baca juga:  Rawat Barang Bukti Seminggu Sekali

“Setelah diundi, nanti pedagang dapat notifikasi lapaknya di mana dan kapan waktu pindahnya. Pengundian ini saya tekankan untuk pedagang lama,” tuturnya.

Ketua Komisi B Kota Semarang Joko Susilo berharap, segala sesuatu diatur sedemikian rupa agar tidak terjadi ketimpangan, termasuk rencana pembuatan pasar grosir di Rejomulyo.

“Ini rencana ke depan, karena grosirnya nggak ada lagi di Johar. Harapannya kalau Rejomulyo dimasuki bisa ramai lagi, dan perekonomian rakyat bisa kembali menggeliat,” harapnya.

Contoh pasar yang kurang maksimal seperti Pasar Bulu, Dargo dan Rejomulyo, nantinya bisa dihidupkan lagi. Dinas Perdagangan, kata dia, juga harus melakukan tindakan tegas. Misalnya, kepada pedagang yang tidak menggunakan lapak selama tiga bulan berturut-turut.

“Pasar Bulu ini sepi, karena pedagang yang tadinya jualan, sudah nggak jualan lagi, namun kios tidak dikembalikan. Harusnya dikembalikan, biar diganti (pedagang lain). Saran saya, jadi pusat oleh-oleh agar ramai lagi,” katanya. (den/mg10/mg12/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya