alexametrics

PTM Baru Digelar 4 Hari, Pelajar SMK Semarang Sudah Terlibat Tawuran

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Pembelajaran tatap muka (PTM) baru digelar empat hari. Namun sudah tercoreng oleh aksi tawuran puluhan pelajar SMK Negeri di Kota Semarang, Kamis (2/9) sore.

Kejadiannya di kawasan Taman Indonesia Kaya (Taman KB) Semarang Selatan, tepatnya di depan SMA Negeri 1 Semarang.

Selain itu, sembilan siswa yang terlibat tawuran diamankan polisi. Petugas  juga mengamankan senjata tajam jenis celurit yang digunakan tawuran.

Informasi yang diperoleh koran ini, puluhan pelajar tersebut berasal dari kubu SMK Negeri 3, dan SMK Negeri 4 Semarang.

“Tawurannya nggak lama, cuma sekitar lima menit,” kata juru parkir Taman Indonesia Kaya, Slamet, 58, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (2/9).

Baca juga:  Jadi Selebgram lebih Menjanjikan

Slamet tak mengetahui secara persis kronologi penyebab bentrok siswa. Menurutnya, dua kelompok tersebut tiba-tiba muncul dari arah berbeda. Satu kelompok dari arah gubernuran, dan kelompok lainnya dari arah GOR Tri Lomba Juang.

“Mereka ada yang pakai seragam, ada yang tidak. Para siswa mengendarai motor berboncengan. Mungkin sudah saling janjian, ketemuan (tawuran) di sini,” ujarnya.

Ia melihat, mereka yang tawuran tidak hanya tangan kosong. Banyak yang membawa alat atau senjata tajam. Mulai jenis celurit, pedang, sabuk gir, dan alat pemukul.

“Kelihatan ngeri, saya aja langsung menjauh. Orang di sini juga pada takut, gak berani melerai,” terangnya.

Satpam SMA Negeri 1 Semarang Nur Khamim mengatakan, kejadian persis pukul 15.30. Menurutnya, saat aksi tawuran terjadi, para guru hendak pulang. Seketika itu, gerbang sekolah langsung ditutup untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

Baca juga:  177 Rumah di Mranggen Dihajar Puting Beliung

“Para guru sudah hampir sampai gerbang. Reflek saya langsung tutup pintu gerbang, khawatirnya malah ikut menjadi sasaran,” ujarnya.

Menurutnya, dua kelompok yang melakukan tawuran mencapai 50 orang. Mereka yang datang dari sisi barat sekitar 30 orang, dan mayoritas tidak berpakaian seragam. Sebaliknya kelompok lawan hanya berjumlah 10 orang mengenakan atribut SMK.

“Meski sedikit, kelompok dari arah gubernuran ganas menyerang. Tapi langsung dilawan kelompok barat. Tapi akhirnya kelompok barat yang menang. Kelompok timur lari berhamburan pakai sepeda motor,” bebernya. (mha/ap)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya