Tak Punya Tenaga Medis dan Minim Fasilitas, Begini Kondisi Panti Jompo Pucang Gading

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Unit Rehabilitasi Sosial atau Panti Jompo Pucang Gading Semarang sempat ditutup dua bulan saat setengah penghuninya terkena Covid-19. Namun Selasa (24/8/2021) kemarin kegiatan kembali normal. Lansia baru atau Penerima Manfaat (PM) diijinkan masuk.

Kepala Unit Rehabilitasi Sosial Pucang Gading, Erry Raharjono mengatakan, saat ini pihaknya terkendala dengan minimnya fasilitas kesehatan yang ada termasuk tenaga medis dan alat kesehatan yang memadai.

“Banyak yang datang dalam kondisi bed rest, nggak bisa jalan. Bahkan kemarin ada yang dipasang selang, kami nggak tega dia (lansia) terpaksa menerima pelayanan seadanya,” ungkap Erry kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Diakui tidak semua lansia yang masuk memiliki NIK. Sehingga sebagian sulit mengakses fasilitas pengobatan saat sakit lantaran tak punya BPJS. Erry yang belum lama bertugas di sana mencoba mengajak stakeholder baik dari masyarakat, Pemkot, Pemprov, hingga pusat untuk bersinergi menyelesaikan masalah sosial yang kompleks ini.

Baca juga:  BPR Arto Moro Luncurkan TASBAM 3

“Masalah sosial dari Sabang sampai Merauke itu sama Mbak, tapi nyatanya sampai hari ini penanganan belum tuntas. Masih perlu perbaikan,” imbuhnya.

Meski tak memiliki tenaga medis dan ahli gizi, pihaknya tetap mengoptimalkan pelayanan. Empat perawat bertugas secara bergantian. Sedangkan dua orang tukang masak sudah meminta menu anjuran dari puskesmas. Sebanyak 79 lansia hari ini dapat hidup nyaman dengan fasilitas seadanya.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang di lokasi, sekitar 40 lansia mengikuti kegiatan kesenian yang diisi dengan menyanyi dan bergojet. Mereka nampak bersemangat. Mustofa yang belum genap setahun tinggal di panti mengaku betah. Ia sangat menikmati kegiatan tersebut. Bahkan memimpin karaoke.

Baca juga:  Liburan, Warga Sesaki Pantai Marina Semarang

“Kegiatan ini sebagai bentuk menjaga dan mengekspresikan emosi mbah-mbah semua. Jadi kita semua tetep waras,” ujar Wiwin, pekerja sosial yang bertanggung jawab mengisi kegiatan.

Dengan segala keterbatasan, pegawai panti milik Pemprov merawat semua lansia yang tinggal di empat bangsal. Pengajian, senam, penyuluhan rutin dilakukan. Untuk pemeriksaan kesehatan mingguan, pihaknya mendatangkan nakes dari puskesmas.

“Kami itu dari dulu ingin sekali bisa menyediakan fasilitas terapi untuk para lansia. Jadi mereka yang bed rest itu kondisinya bisa membaik, nggak stagnan gitu terus,” ungkap Suwardi, penyuluh sosial di panti tersebut. (taf/bas)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya