alexametrics

Pelaku Teror Lempar Batu Ditangkap, Sudah Beraksi di 289 TKP

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Pelaku teror lempar batu yang biasa beraksi di Jalur Pantura Kendal berhasil ditangkap aparat Polda Jateng.

Tersangka diketahui bernama Nur Hamid  (NH), warga Kampung Sarean, Krajan Kulon, Kaliwungu, Kabupaten Kendal.

NH diamankan di Jalan Pantura Mangkang, tepatnya di depan Taman Lele, Rabu  (18/8) siang.

Sepeda motor tersangka turut diamankan sebagai barang bukti yang diduga sebagai sarana untuk melakukan aksi kejahatannya.

“Tersangka NH kita tangkap saat akan membuat pelat nomor palsu. Jadi, setiap beraksi, tersangka naik sepeda motor menggunakan pelat nomor palsu,” ungkap Dirreskrimum Polda Jateng Kombes Pol Djuhandani Rahardjo Puro saat gelar perkara di Mapolda Jateng, Senin (23/8).

Baca juga:  Cerita Ghozali Everyday Awal Mula Jualan Foto Selfie di NFT hingga Raup Miliaran Rupiah

Dijelaskan, penangkapan tersangka berlangsung dramatis. Sempat diwarnai aksi kejar-kejaran dengan anggotanya.

Namun berkat kesigapan petugas, tersangka berhasil diamankan. Selanjutnya, tersangka dan barang bukti dibawa ke Mapolda Jateng untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Tersangka saat diminta untuk menunjukkan tempat barang bukti berupaya melarikan diri. Terpaksa kita lakukan tindakan tegas terukur (ditembak, Red),” katanya.

Selain sepeda motor, petugas juga mengamankan barang bukti batu dengan panjang 15 sentimeter dan lebar 10 sentimeter yang digunakan untuk melempar ke sasaran.

Hasil pemeriksaan tersangka, ia melakukan aksinya sendirian dengan mengendarai sepeda motor Honda Supra 125.

Ia telah menyiapkan sejumlah batu untuk dilemparkan ke mobil dengan target truk pikap pengangkut barang.

Baca juga:  Nostalgia Era 80an, Gelar Jadoel Mantoel di Grand Maerakaca

“Berdasarkan penyelidikan, tersangka sudah melakukan aksinya di 289 TKP. Ia biasa beraksi mulai pukul 01.00 hingga 06.00. Sasarannya truk pengangkut barang yang melintas arah berlawanan, kemudian batu yang sudah digenggam dilemparkan ke sasaran,” bebernya.

Djuhandani membeberkan, berdasarkan laporan tertulis di Polsek atau Polres jajaran Polda Jateng, tercatat sebanyak 195 TKP. Berada di Kabupaten Kendal 118 TKP, Kabupaten Semarang 76 TKP, dan Kota Semarang 1 TKP.

Sedangkan penelusuran yang dilakukan, korban yang tidak melapor dan beredar di media sosial terdapat sebanyak 94 TKP. Lokasinya berada di Kabupaten Kendal 51 TKP, Kabupaten Semarang 41 TKP, dan Kota Semarang 1 TKP.

“Kejadian ini sudah berlangsung sejak Desember 2019 sampai Agustus 2021. Ini perkara yang cukup lama dan pelik cara pengungkapannya. Bahkan pelaku dalam waktu semalam bisa sampai melakukan 23 TKP,” jelasnya. (mha/mg5/mg6/aro)

Baca juga:  KPU-Bawaslu Terima Hibah Pilwakot Rp 84 M

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya