alexametrics

Dramatis, Penangkapan Pelaku Teror Lempar Batu Diwarnai Aksi Kejar-kejaran dengan Polisi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Penangkapan pelaku teror batu yang biasa beraksi di Jalur Pantura Kendal berlangsung dramatis.

Sempat diwarnai aksi kejar-kejaran dengan aparat Polda Jateng.

Namun berkat kesigapan petugas, tersangka berhasil diamankan. Selanjutnya, tersangka dan barang bukti dibawa ke Mapolda Jateng untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Tersangka diketahui bernama Nur Hamid  (NH), warga Kampung Sarean, Krajan Kulon, Kaliwungu, Kabupaten Kendal.

NH diamankan di Jalan Pantura Mangkang, tepatnya di depan Taman Lele, Rabu  (18/8) siang.

“Tersangka NH kita tangkap saat akan membuat pelat nomor palsu. Jadi, setiap beraksi, tersangka naik sepeda motor menggunakan pelat nomor palsu,” ungkap Dirreskrimum Polda Jateng Kombes Pol Djuhandani Rahardjo Puro saat gelar perkara di Mapolda Jateng, Senin (23/8).

Baca juga:  Enam Hari PPKM Darurat, Mobilitas Masyarakat Turun 19 Persen

“Tersangka saat diminta untuk menunjukkan tempat barang bukti berupaya melarikan diri. Terpaksa kita lakukan tindakan tegas terukur (ditembak, Red),” tambahnya.

Selain sepeda motor, petugas juga mengamankan barang bukti batu dengan panjang 15 sentimeter dan lebar 10 sentimeter yang digunakan untuk melempar ke sasaran.

Hasil pemeriksaan tersangka, ia melakukan aksinya sendirian dengan mengendarai sepeda motor Honda Supra 125.

Ia telah menyiapkan sejumlah batu untuk dilemparkan ke mobil dengan target truk pikap pengangkut barang.

“Berdasarkan penyelidikan, tersangka sudah melakukan aksinya di 289 TKP. Ia biasa beraksi mulai pukul 01.00 hingga 06.00. Sasarannya truk pengangkut barang yang melintas arah berlawanan, kemudian batu yang sudah digenggam dilemparkan ke sasaran,” bebernya.

Baca juga:  Perupa Kontemporer Pamerkan Karya di Semarang

Djuhandani membeberkan, berdasarkan laporan tertulis di Polsek atau Polres jajaran Polda Jateng, tercatat sebanyak 195 TKP. Berada di Kabupaten Kendal 118 TKP, Kabupaten Semarang 76 TKP, dan Kota Semarang 1 TKP.

Sedangkan penelusuran yang dilakukan, korban yang tidak melapor dan beredar di media sosial terdapat sebanyak 94 TKP. Lokasinya berada di Kabupaten Kendal 51 TKP, Kabupaten Semarang 41 TKP, dan Kota Semarang 1 TKP.

“Kejadian ini sudah berlangsung sejak Desember 2019 sampai Agustus 2021. Ini perkara yang cukup lama dan pelik cara pengungkapannya. Bahkan pelaku dalam waktu semalam bisa sampai melakukan 23 TKP,” jelasnya. (mha/mg5/mg6/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya