alexametrics

Aplikasi Peduli Lindungi Error, Pengunjung Kesulitan Masuk Mal

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Belasan orang berjajar menunggu di halaman sebuah mal di Kota Semarang sembari mengunduh aplikasi. Banyak di antaranya yang gagal login karena aplikasi yang error.

Sebagian yang tak sabar memilih pergi dan berbelanja ke tempat lain. Padahal di tangannya sudah menggenggam tas berisikan laptop.

“Agak rumit sih rasanya. Tapi inilah kebiasaan baru untuk melindungi diri. Nah sedikit demi sedikit ini harapan kami bagian dari komitmen dan belajar, sehingga nanti kalau masyarakat terbiasa semuanya sih dugaan saya akan tidak merepotkan,” kata salah satu pengunjung Mal Matahari Simpanglima Kota Semarang, Sutrisno.

Ya, kini mal di Kota Semarang menerapkan kebijakan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Yakni harus login di Peduli Lindungi dan Protokol Kesehatan untuk pengunjung rumah makan, mal, hingga pusat perbelanjaan.

Baca juga:  Ditolak Keluarga dan Tetangga, Pemudik Isolasi Diri di Rumdin

Namun berjalan dua minggu beberapa kendala ditemukan di Mal Matahari. Banyak pengunjung kesulitan masuk. Ada yang belum mendapat vaksin, ada yang tak dapat login ke aplikasi peduli lindungi.

“Pemerintah sudah menyiapkan agar Aplikasi Peduli Lindungi itu menjadi yang pokok, sekarang persoalannya bagaimana kita mengimplementasi itu,” ujar Ganjar kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Dia katakan, sosialisasi penggunaan aplikasi Peduli Lindungi mesti digencarkan. Dengan meng-install aplikasi tersebut masyarakat dapat mengetahui titik-titik keramaian di suatu tempat.

Selain itu, mereka perlu diberi pemahaman. Apabila terindikasi positif Covid-19 ketika masuk mal atau pusat perbelanjaan dan restoran, maka harus langsung diisolasi.

Namun Adi, salah seorang pengunjung mal lainnya, mengaku kesal dengan persyaratan itu.

Baca juga:  Dewan Apresiasi Bus Trans Semarang Koridor I Malam

Pasalnya ia yang hendak membelikan laptop adiknya harus menunggu di depan mal karena aplikasi yang digunakan untuk scan barcode error. Padahal ia sudah melakukan vaksin hingga tahap dua.

“Syarat vaksin saja sudah nggak adil menurut saya. Lha ini kalau mau masuk harus download aplikasinya dulu. Udah di-download tapi dari sananya error, mau login harus nunggu 30 menit lagi, kan kacau agenda saya kalau begini,” keluhnya kepada Jawa Pos Radar Semarang. (taf/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya