alexametrics

Satpol Panggil Pemilik Kos Mesum

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang langsung melakukan pengusutan dan tindak lanjut terkait penggerebekan rumah kos Anugerah di Jalan Menjangan II, Kelurahan Palebon, beberapa waktu lalu. Rumah kos tersebut digerebek warga lantaran disewakan short time untuk pasangan mesum.

Seperti diberitakan sebelumnya, Lurah Palebon, RT, RW, dan tokoh masyarakat Palebon telah melakukan mediasi dengan pemilik kos Anugerah di Kantor Kelurahan Palebon, Rabu (19/8/2021) kemarin. Hasilnya, warga tetap menuntut agar rumah kos ditutup oleh Satpol PP Kota Semarang.

Iya, kemarin ada rapat, surat dari warga juga sudah kami terima. Isinya meminta agar melakukan penutupan,” kata Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto ketika ditemui Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (19/8/2021) siang.

Fajar menjelaskan, Jumat (20/8/2021) hari ini, pihaknya akan memanggil pemilik rumah kos untuk mengetahui apakah sudah memiliki izin usaha, izin mendirikan bangunan (IMB) ataupun izin gangguan (HO).

Baca juga:  Optimistis Perekonomian Semarang akan Segera Bangkit

“Akan kami panggil dan klarifikasi. Kalau izinnya nggak ada, Senin (23/8/2021) pekan depan akan kita segel. Kalau HO dan IMB-nya nggak ada akan kami bongkar,” tuturnya.

Menurut dia, dari laporan anggotanya yang mengikuti mediasi di kantor Kelurahan Palebon, pemilik rumah kos mengaku belum memilki izin usaha dan lainnya. Terkait pembongkaran, pihaknya mengaku akan berkoordinasi dengan Distaru.

Ya, jelas kalau izinnya nggak ada, akan kami bongkar. Senin kami segel agar nggak jadi polemik lagi di masyarakat lagi,” tambahnya.

Fajar mengimbau agar pemilik rumah kos untuk melapor dan mengurus izin ke pemkot, serta taat membayar pajak. Jika tidak ada izin ataupun berbeda peruntukan, seperti dijadikan tempat mesum, Satpol PP mengaku tidak segan akan melakukan penindakan tegas.

Baca juga:  Gerakan Pakai Masker, Putus Mata Rantai Covid

“Masyarakat juga kami minta berani lapor, tentu disertai bukti dan saksi kalau di wilayahnya ada tempat kos mesum. Kami siap lakukan penertiban,” katanya.

Seperti diketahui, sebuah rumah mewah berlokasi di Jalan Menjangan RT 5 RW 4, Kelurahan Palebon, Kecamatan Pedurungan disegel warga. Sebab, rumah tersebut disalahgunakan untuk tempat praktik mesum. Pengelola kos mematok harga sewa sebesar Rp 100 ribu per dua jam.

 

“Itu (promosinya) sempat di-posting di Facebook, dua jam tarifnya Rp 70 ribu sampai Rp 100 ribu. Nama tempat kosnya Anugerah,” ungkap Ketua RT 5 RW 4 Noviar Yudho Prasetyo usai mediasi di Kantor kelurahan Palebon, Rabu (18/8) .

Ia mengaku mengetahui rumah tersebut menjadi tempat mesum setelah warga melakukan penggerebekan sekitar awal Agustus 2021 lalu.

Baca juga:  Mantan Wali Kota Semarang Jalani Sidang Lapangan Kasus Sengketa Tanah di Bendan Ngisor

Dikatakan, rumah tersebut menjadi tempat mesum kurang lebih sudah dua bulan.  “Warga sekitar kos sering melihat pasangan anak muda keluar masuk rumah kos tersebut. Pagi, siang, sore, hingga malam. Paling ramai malam minggu,” katanya.

Warga diam-diam memantau dari luar. Kecurigaan tersebut terbukti. Akhirnya, warga ramai-ramai melakukan penggerebekan. Awalnya, mereka tak mau membuka pintu, dan setelah dipaksa akhirnya dibuka. Beberapa kamar ditemukan pasangan tidak resmi. “Awalnya ketika ditanya alasannya macam-macam. Ada yang bilang pasangan tunangan yang hendak menikah. Setelah kami cek KTP, ternyata si pria sudah menikah, si wanita masih lajang. Ini kan aneh,” bebernya.  “Ketika kami tanya, ngakunya menyewa Rp 100 ribu selama dua jam,” sambungnya. (den/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya