alexametrics

PPKM Semarang Turun ke Level 3, Tempat Hiburan dan Wisata Sudah Boleh Buka

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Turunnya angka Covid-19 di Semarang, membuat Ibu Kota Jateng ini mengalami penurunan level. Semula Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di level 4, saat ini turun ke level 3. Sehingga ada kelonggaran-kelonggaran yang akan dilakukan Pemerintah Kota Semarang. Kota Semarang sendiri menjadi kota pertama di Jawa-Bali yang turun level PPKM.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menjelaskan, sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Imendagri) Nomor 34, Kota Semarang mengalami penurunan level dari level 4 ke level 3, sehingga ada beberapa penyesuaian dan kelonggaran yang diberikan kepada pelaku usaha.

“Inmendagri sudah turun tadi malam. Semarang mengalami penurunan level. Sehingga ada penyesuaian dan kelonggaran,” kata Hendi –sapaan akrab wali kota—saat ditemui di Balai Kota Semarang, Selasa (17/8/2021) siang.

Dari data yang ada, kasus Covid-19 aktif di Semarang Selasa (17/8/2021) kemarin di angka 319 kasus. Rinciannya, 191 warga Semarang, dan 128 warga luar kota. Menurutnya, posisi kasus saat ini sudah lebih kecil dibanding momen lebaran lalu.

Baca juga:  Proses Lelang Jabatan Pemkot Semarang Rampung Bulan Ini, Disdalduk KB Paling Diminati

“Saat ini kondisinya semakin baik, Bed Occupancy Rate (BOR) juga turun di angka 17 persen, baik di RS ataupun tempat karantina terpusat,” ucapnya.

Menurut dia, tingkat kematian pun kini sudah semakin menurun. Meski tidak menyebut angka kematian, namun ia menjelaskan jika tingkat kesembuhan pasien juga tinggi. Tren ini, lanjut Hendi, harus dipertahankan dengan disiplin protokol kesehatan dan penggenjotan vaksinasi.

“Meskipun sulit karena (stok vaksin) masih terbatas, namun masyarakat jangan patah semangat. Tanyakan terus ke Puskesmas terdekat, pasti akan dilayani meskipun jumlahnya tidak banyak,” bebernya.

Hendi menjelaskan, salah satu kelonggaran yang diberikan adalah tempat hiburan dan tempat wisata sudah diperbolehkan buka setelah ditutup selama PPKM Darurat, dan PPKM Level 4 beberapa waktu lalu. Namun dengan catatan pengunjung sudah divaksin.

Baca juga:  Pandemi Justru Laris, Sebulan Jual Dua Ribu Pot

“Sudah boleh buka dengan kapasitas 25 persen. Pengunjung juga wajib sudah sudah divaksin untuk masuk ke tempat hiburan ataupun tempat wisata. Aplikasi PeduliLindungi akan diberlakukan, jelasnya.

Kelonggaran juga diberikan kepada pusat perbelanjaan yang saat ini boleh beroperasi dengan kapasitas 50 persen, namun jam operasional masih dibatasi, yakni pukul 20.00 malam. Aturan yang sama juga bagi pedagang kaki lima (PKL) dan restoran yang juga wajib tutup pukul 20.00. “Kapasitas PKL dan resto hanya 30 persen,” tambahnya.

Tempat ibadah, kata Hendi, juga mendapatkan kelonggaran dengan kapasitas 50 persen. Sementara tempat olahraga yang semula ditutup total juga akan dibuka dengan kapasitas 25 persen. “Apabila berolahraga secara grup hanya boleh maksimal empat orang,” tegasnya.

Hendi menjelaskan, daerah yang masuk kategori level 3 sebenarnya dimungkinkan untuk membuka pembelajaran tatap muka (PTM), dengan penerapan protokol kesehatan, yakni kapasitas siswa sebesar 50 persen. Meski dimungkinkan, Hendi sendiri menjelaskan jika pihaknya belum berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang.”Sampai hari ini kami belum berkoordinasi secara teknis dengan Kepala Disdik. Kalau memang ada kemungkinan, beberapa sekolah pasti ada izin tertulis,” terangnya.

Baca juga:  Sehari Sebelum Meninggal, Hasil Rapid Test Sang Adik Nonreaktif

Sementara dari sisi perkantoran, Hendi menjelaskan jika sistem kerja aparatur sipil negara (ASN) juga akan disesuaikan, termasuk pula sistem kerja di perushaan swasta yang mulai akan dilonggarkan. “Akan disesuaikan 25 persen sudah bisa bekerja di kantor, termasuk untuk perusahaan dan swasta,” katanya.

Selain itu, Hendi juga meminta masyarakat untuk tetap guyub, kompak, dan jujur jika terpapar ataupun ada keluarga ataupun tetangga yang terpapar untuk segera melapor dan dilakukan tracing. “Dengan cara ini, tentu tidak akan ada lagi ledakan kasus ketiga kalau dijalankan dengan baik,” harapnya. (BBS/den/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya