alexametrics

PPKM, Kunjungan Keluarga Diganti Video Call

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Selama PPKM berlangsung, Panti Wredha Elim melarang kunjungan keluarga. Panti mempertimbangkan para lansia yang rentan terpapar Covid-19. Sebagai alternatif kunjungan, dilakukan secara virtual. Sedangkan kiriman barang bisa dititipkan di pos satpam.

Pimpinan Unit Yayasan Pelayanan Kristen Pelkris Semarang Slamet Basuki sengaja membatasi interaksi para lansia dengan orang dari luar selama PPKM. Intensitas kegiatan pun dikurangi. Seperti ibadah mingguan sementara ditiadakan. Sebanyak 48 lansia tetap rutin melakukan senam dan berjemur agar tetap bugar dan sehat.

“Sebelumnya sempat ada yang positif empat orang. Dari pegawai, perawat sampai lansia. Kami buatkan ruang karantina, sekarang sudah sembuh semua. Tapi jangan sampai itu terulang lagi, kasian mereka,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang

Baca juga:  Belajar dan Menyikapi Novel Coronavirus

Saat koran ini tiba, para lansia menjalankan kegiatan seperti biasa. Bersantai di halaman, melamun, mengobrol dan sebagian tidur siang. Lalu koran ini menjumpai Lidya di kamarnya. Seorang lansia berusia 84 tahun itu menelpon keponakan kesayangannya sehabis mandi. “Halo sayang, lagi apa di sana?” sapanya sembari melambaikan tangan.

Sebenarnya pendengaran Lidya tak cukup baik. Dia perlu alat untuk membantunya. Namun dari gestur dan gerakan tubuh ia mudah mencerna maksud lawan bicara. Ia semakin sumringah saat cucunya muncul di layar smartphone.

Saat ditanya soal anak, Lidya menjawab “nol” sambil mengisyaratkan dengan jarinya. Ia tak pernah merasa merana, apalagi sengsara. Ia tetap menjalani hari dengan energik meski tenaga sudah tak seberapa. Masa tuanya sudah dipersiapkan sejak jauh hari. Ia tak perlu merepotkan keluarga.

Baca juga:  PKL Jalan Agus Salim Boleh Melapak Asal Tertib Jam Operasional

Tinggal di panti jompo selama 6 tahun merupakan kesyukuran baginya. Ia senang menghabiskan masa tua bersama teman-teman seusianya. Ia tak kurang kasih sayang dari keluarga, karena ponakan dan saudara kandungnya sering menjenguk. Walaupun saat ini tak bisa berjumpa langsung.

“Dulu rumah saya sering kebanjiran. Lalu suami meninggal. Telinga nggak bisa dengar. Yaudah saya jual rumah, pindah ke sini ketemu teman-teman lainnya,” ungkapnya tanpa ada sedikit penyesalan. (taf/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya