alexametrics

Pemanfaatan Belum Optimal, Tinja Menumpuk di IPLT Tambakrejo

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang Pemanfaatan pupuk yang dihasilkan dari Instalasi Pengelolaan Limbah Tinja (IPLT) belum optimal. Tak banyak masyarakat yang memanfaatkannya.  Praktis, tumpukan limbah tinja itu kini memenuhi IPLT yang terletak di Jalan Tambakrejo, Kelurahan Terboyo Kulon, Kecamatan Genuk, Kota Semarang. IPLT yang dibangun pada 1996 ini dikelola oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Semarang.

Staf IPLT Terboyo Kulon Rifaan Hadi Punomo mengungkapkan, pupuk dari limbah tinja itu sekitar lima tahun lalu masih laku dijual. Namun akhir-akhir ini sudah tidak laku.  Karena itu, pengelola IPLT akhirnya menggratiskan. Siapa saja boleh mengambil. Itu pun belum banyak warga yang memanfaatkannya.

“Kemarin ada ibu-ibu PKK RW 5 Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari memanfaatkan pupuk limbah untuk menyuburkan tanamannya. Ada juga warga yang memanfaatkannya untuk meninggikam rumah. Intinya, boleh dimanfaatkan dengan membuat surat izin mengambil hasil limbah ini,” kata Rifaan Hadi Punomo saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (3/8/2021).

Baca juga:  Diduga Terpeleset, Pemancing Tewas di Sungai

Diakui, akses menuju IPLT Terboyo Kulon kerap dilanda rob. Hal itu menjadi penyebab warga malas mengambil limbah tinja yang sudah melewati serangkaian proses pengolahan ini. “Padahal limbah tinja ini bagus banget kalau dipakai pupuk tanaman,” ucapnya.

Rifaan menambahkan, selama pandemi Covid-19 ini, jumlah truk tangki sedot WC yang membuang tinja ke IPLT memang mengalami penurunan. Kalau sebelum pandemi, sehari bisa 19-20 truk tangki, kini rata-rata 15-16 truk tangki. Selain pasokan tinja berkurang, kapasitas kolam penampungan juga menurun lantaran banyaknya limbah yang tak dimanfaatkan sebagai pupuk.

“Jadi, kolam dipenuhi limbah tinja yang sudah diproses. Harusnya ini dimanfaatkan sebagai pupuk, dan tidak sampai menumpuk seperti ini. Kalau terjadi rob, kolam ini sampai meluber,” katanya.

Baca juga:  Wali Kota Hendi Mencium Ketidakberesan Pengundian Lapak Pasar Johar

Ia menjelaskan, terdapat tiga tahap dalam pengelolaan tinja di IPLT. Tahap pertama, tinja dari truk tangki sedot WC dibuang di kolam penampuangan. Selanjutnya, melewati kolam pemisah antara lumpur tinja dengan air. Lumpur itu lalu dikeringkan untuk dijadikan pupuk. “Tahap terakhir, air dari kolam pemisah itu dialirkan ke kolam penampung air yang tidak tercemar. Air ini kemudian dibuang ke sungai,” jelasnya. (cr6/aro)

 

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya