alexametrics

PPKM, Transaksi Hanya di Lobi Mal

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Selama PPKM berlaku, Mal Ciputra ditutup. Hanya sebagian tenant makanan dan minuman yang tetap buka. Namun transaksi online atau take away yang diperbolehkan. Belasan ojol bergantian datang mengambil pesanan di lobi belakang mal. Sementara itu para pegawai toko sering kesulitan mencari pemesannya.

Tepat saat koran ini memasuki pintu lobi sekitar pukul 14.00 terdapat satu meja berisikan nama toko yang masih buka di mal beserta nomor telepon atau barcode-nya. Lalu seorang driver ojol kebingungan dengan cara baru memesan makanan di lobi itu. Tampaknya ia baru pertama kali mendapat orderan untuk membeli makanan di Mal Ciputra. “Mas ini gimana pesennya,” tanyanya pada security yang menunggu di pintu.

Baca juga:  Cititrans Lebarkan Sayap ke Jawa Tengah

Lalu petugas security menjelaskan driver ojol itu untuk memesan melalui nomor atau barcode yang tertera di meja tadi. Lalu driver atau pelanggan dapat menunggu di kursi yang disediakan di sepanjang lobi.

Namun kebingungan tak hanya dialami para driver. Para pegawai yang datang dari dalam mal juga sering kali kesulitan mencari pelanggan yang memesan. Seorang pegawai outlet makanan beberapa kali meneriakkan kode pesanan. Namun tak seorang pun menyahut.

Satu per satu driver ojol ditanyai, “pesan crepes nomor 36 pak?.” Tak satu pun menjawab. Ia pun bergegas lari ke halaman parkiran untuk mencari pemesan. Ia harus segera kembali karena masih ada pesanan lainnya yang menanti.

Baca juga:  Kali Tenggang di Era Hendi, Dulu Memprihatinkan Kini Mencuri Perhatian

Memang sebagian besar toko di Mal Ciputra tutup. Sedangkan toko yang tetap buka yaitu penyedia jasa makanan dan minuman. Adapun beberapa toko kosmetik dan kebutuhan lainnya tetap beroperasi melayani pemesanan secara online seperti outlet lainnya. Lalu produk dikirim ke rumah pelanggan.

Aziz driver ojol mengaku orderan berkurang selama PPKM. Biasanya pada siang hari dia dapat menerima sekitar 10 orderan. Tapi saat ini hanya satu atau dua saja. Untuk melakukan transaksi di lobi pun dirasa sulit dan lebih lama. “Biasanya kan langsung masuk, ngantre atau langsung beli. Sekarang harus cari-carian sama pegawai dan menunggu lama di lobi,” ungkapnya.

Selain itu kesulitan yang dialami terjadi lantaran banyaknya akses jalan yang ditutup. Para driver membutuhkan lebih banyak waktu mengantar pesanan pelanggannya. Mereka harus mencari jalan tikus. Tak jarang harus memutar balik saat menjumpai jalan di palang. (taf/ida)

Baca juga:  Transformasi Pembangunan Kota Lama Diapresiasi FIABCI

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya