alexametrics

Penumpang Sepi, Banyak Jalan Ditutup, Sopir Angkot Kesulitan Kejar Setoran

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Perpanjangan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 menjadikan sopir angkot di Kota Semarang semakin sulit kejar setoran. Penumpang semakin minim dan harus bersaing dengan ojek online (ojol).

Hal itu diakui Julianto, 43, sepinya penumpang serta jarak tempuh yang semakin jauh akibat penutupan jalan membuatnya tak bisa antar penumpang sampai tujuan. “Ngenes mba, sekarang makin sepi. Biar gak rugi banget, saya oper ke angkot lain di Karang Ayu. Jadi gak nganter sampe Johar,” kata Julianto saat menunggu penumpang di Terminal Mangkang, Senin (26/7/2021) kemarin.

Menurutnya, perpanjangan PPKM Darurat yang berakhir Minggu 25 Juli itu belum menjadi solusi yang baik bagi dirinya dan sopir angkot lain. Ditambah adanya PPKM Level 4 yang akan berakhir 2 Agustus mendatang, membuat Julianto harus pintar-pintar mencari penumpang untuk kejar setoran.

Baca juga:  Peduli Anak Stunting, Bagikan Gizi Tambahan

“Sebelum PPKM Darurat, saya kadang dapat carteran nganter pengantin, rekreasi, dan kematian. Jadi nganterin keluarga yang berduka gitu. Kalau sekarang, sehari dapat dua penumpang aja sudah syukur mba,” cerita Julianto kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Tak hanya Julianto, hal serupa juga dirasakan Hartono, 55. Dia menuturkan jika selama masa PPKM Darurat tak bisa memenuhi setoran, karena uang untuk setoran sudah digunakan untuk membeli bensin. Akibatnya, dia mendapatkan minus untuk setorannya. Selain itu, dia juga harus bersaing dengan ojek online (ojol) untuk mendapatkan penumpang.

“Nyari penumpang itu susah. Kalau sudah pukul 11.00, sudah gak ada penumpang. Mereka lebih suka pakai ojol. Apalagi di masa sekarang ini, ojol bisa jemput di depan rumah,” kata Hartono, sopir angkot rute Mangkang-Johar. (cr8/ida)

Baca juga:  Jawa Pos Radar Semarang Kembali Beri Apresiasi

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya