alexametrics

Bertahan Selama PPKM, Beri Kemudahan Pelanggan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Meski omzet menurun selama pandemi Covid-19, Servis On Off Klinik Kamera masih bertahan. Toko itu menerima pelanggan selama PPKM Darurat. Paling tidak satu atau dua orang datang untuk memperbaiki kameranya. Menanggapi masa sulit, toko yang terletak di Jalan Suyudono itu memberikan keringanan pelanggan untuk mencicil biaya.

Sebelum PPKM pemilik toko Hanif bersama satu karyawannya dapat menerima empat sampai lima servisan kamera dalam sehari. Menurunnya jumlah pelanggan ikut didukung berkurangnya mobilitas masyarakat di luar atau ruang terbuka selama pandemi.

“Servis kamera itu bukan kebutuhan primer saat seperti ini. Orang-orang lebih mengutamakan kebutuhan pokok yang mendesak daripada untuk biaya servis. Lagipula mereka nggak keburu pake alatnya,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Hanif mengerti betul kondisi yang terjadi saat ini. Mengingat servis dan perawatan kamera sering kali menguras biaya. Ia menawarkan kelonggaran untuk pelanggannya. Paling pelanggan perlu membayar setengah biaya spare part. Sedangkan ongkos bongkar pasang dan sisanya boleh dicicil semampunya. “Ini kemarin ada beberapa belum mengambil kamera karena memang belum bisa melunasi, ya sudah nggak papa saya maklumi,” imbuhnya.

Baca juga:  Soal PPKM, Hendi: Inginnya Sih Tidak Memperpanjang

Dikatakan sebagian besar datang untuk servis ringan dan sedang seperti membersihkan lensa kamera atau membetulkan auto focus (AF) lensa kit. Membersihkan lensa berjamur pun harganya beragam. Mulai dari Rp 50 ribu sampai Rp 2 juta. Sedangkan membenahi AF lensa hanya memakan biaya Rp 150 ribu. “Paling benerin AF lensa cuma lima menit jadi, itu juga masih kami kasih garansi dua bulan,” tutupnya. (taf/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya