alexametrics

Belum Vaksin, BST Belum Bisa Cair

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Hasanah harus pulang dengan tangan hampa. Harapannya bisa mendapatkan uang Rp 600 ribu dari program Bantuan Sosial Tunai (BST) harus tertunda. Pasalnya, saat akan melakukan pencairan di Balai Kelurahan Peterongan, Semarang Selatan, Senin (26/7/2021) kemarin, ia ditolak lantaran belum memenuhi persyaratan. Yakni, harus menunjukkan kartu vaksin.

“Saya gak jadi ngambil. Karena suami saya, sebagai kepala keluarga belum vaksin. Yang vaksin baru anak saya. Katanya, minimal kepala keluarga sudah vaksin,” tuturnya saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang di parkiran kantor Kelurahan Peterongan.

Karena gagal mencairkan BST, Hasanah yang datang bersama putrinya langsung pulang. Ia belum tahu apa yang akan dilakukan.

Lurah Peterongan Maria Sri Hastuty mengatakan, selama dua hari kemarin, Kelurahan Peterongan mulai mendistribusikan BST dari Kementerian Sosial dengan  target 983 penerima. Hal ini mengingat tidak semua yang  terdaftar mendapatkan BST dapat memenuhi persyaratan.

Baca juga:  Selesaikan Stunting, Hendi Minta Dukungan TP PKK

“Keluarga Penerima Manfaat yang bisa mencairkan BST lebih dulu, pertama, bisa menunjukkan kartu vaksin. Kedua, penyintas atau yang pernah terkena Covid-19, dan ketiga, lansia di atas usia 60 tahun,” jelas Maria Sri Hastuty.

Selama dua hari pencairan itu, lanjut dia, terdapat 326 calon penerima BST yang tertunda lantaran belum bisa menunjukkan kartu vaksin. “Tetapi besok hari Rabu dan Kamis pihak kecamatan memberikan fasilitas vaksin kepada penerima BST dari Peterongan sekaligus pengambilan BST di halaman kantor kecamatan,” kata lurah yang akrab disapa Tuty ini.

Ia mengatakan, dirinya terus memberikan pengertian kepada warga bahwa bantuan ini untuk pemulihan Covid-19. Jadi, bantuan hanya bisa diberikan kepada yang sudah vaksin dan memenuhi persyaratan. Hal ini demi meningkatkan minat warga untuk vaksin, agar Indonesia juga segera pulih.

Baca juga:  Waspada Lur! Sungai Beringin Meluap, Mangkang Dikepung Banjir

“Sekarang angka Covid-19 di Indonesia kan masih tinggi, Kota Semarang juga level 4. Maka kita harus bisa bergandeng tangan, bersama-sama agar pandemi segera berakhir. Kepala daerah menyikapi dengan dua hal, mendukung percepatan vaksin, dan menegakkan prokes,” tuturnya.

Tuty menegaskan, vaksin itu untuk kesehatan, bukan untuk mendapatkan BST. Ia berharap, warganya dapat memanfaatkan dengan baik program vaksin gratis yang diadakan pemerintah kota. Ini demi mendukung program pemerintah dan percepatan pemulihan dari pandemi.  “Penjenengan diberikan kesejahteraan, maka warga juga harus ikut nyengkuyung mendukung program pemerintah. Salah satunya vaksin itu,” tuturnya.

Dikatakan, warga bisa mengakses vaksin gratis di Kecamatan Semarang Selatan setiap Selasa, Rabu, dan Kamis. “Jadi, tidak perlu khawatir,” katanya.

Baca juga:  Pernikahan Anak Meningkat, Mayoritas karena Hamil Duluan

Berdasarkan pantauan koran ini, pelaksanaan pencarian BST dua bulan sebesar Rp 600 ribu berjalan lancar, dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Hal ini bisa terjadi karena pemerintah setempat benar-benar merancang tempat dan waktu pengambilannya. Seperti kursi yang ditata berjarak, pemeriksaan suhu sebelum memasuki area, serta pengambilan yang dijadwal berdasarkan Rukun Warga (RW).

“Selama pelaksanaan dua hari ini berjalan lancar. Tidak ada kerumunan atau kericuhan. Warga sangat tertib dengan jadwal yang telah diberikan, dan menaati protokol kesehatan,” ujar Tuty. (cr9/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya