alexametrics

578 Anak Terpapar, Lima Meninggal

Pandemi Covid-19 di Kota Semarang

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Penularan kasus Covid-19 pada anak menjadi perhatian Pemerintah Kota Semarang, terutama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang. Dari data yang ada, sebanyak 578 anak terpapar Covid-19. Adapun lima di antaranya meninggal.

Kepala DP3A Kota Semarang M Khadik menyampaikan, pada awal pandemi kasus Covid-19 lebih banyak terjadi kepada usia dewasa dan lansia. Namun ternyata, di Kota Semarang juga menular pada anak, bahkan lima di antaranya meninggal.

” Kalau melihatnya kasusnya memang cukup besar, namun sejak PPKM Darurat terus menurun,” katanya dalam acara dialog dengan tema Anak Hebat Tangguh Hadapi Pandemi Covid-19 dalam rangka Hari Anak Nasional, secara virtual, Jumat (23/7).

Ia menjelaskan, jika saat ini Pemkot Semarang berupaya maksimal menyediakan tempat isolasi hingga tingkat RT. Anak-anak, kata dia, juga bisa memanfaatkan fasilitas itu untuk menjalani isolasi mandiri. Selain itu, lanjut dia, di saat pandemi Covid-19, anak perlu diberi ruang untuk tetap mengekspresikan diri dengan hal-hal positif. Salah satunya dengan lomba menarik dan talkshow interaktif pada peringatan Hari Anak Nasional kali ini.
“Kita beri ruang untuk menyalurkan bakat dan kreativitas sebagai ganti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang tertunda, jadi mereka tidak merasa kosong,” ujarnya.
Selain itu, lanjut dia, anak-anak didorong menjadi aktor penggerak dalam menghadapi pandemi Covid-19. “DP3A pun melibatkan forum anak, generasi berencana, maupun karang taruna untuk berpartisipasi aktif menghadapi pandemi Covid-19,” jelasnya.

Baca juga:  Jelang Laga Lawan Persik, 12 Pemain dan 3 Official PSIS Positif Covid-19

Guna menekan angka kasus Covid-19 pada anak, pihaknya mengajak seluruh elemen untuk menyukseskan program vaksinasi anak usia 12-17 tahun.

“Anak-anak dan remaja kami ajak untuk jadi penggerak, menyosialisasikan program vaksinasi agar bisa sukses, anak-anak sehat, dan dapat mendukung Indonesia maju,” paparnya.

Direktur Yayasan Anantaka Tsaniatus Sholihah menilai, tahun kedua pandemi Covid-19 menjadi tahun yang mengkhawatirkan, lantaran masuknya varian Delta, menyebbakan kasus Covid-19 pada anak semakin meningkat. Kasus yang terjadi pada 578 anak tersebut bisa jadi lantaran partisipasi masyarakat yang rendah.

“Padahal, saat kita mengingatkan anak-anak menggunakan masker masuk konteks pemenuhan hak anak atas kesehatan mereka agar tidak terpapar Covid-19,”tambahnya.

Perawatan anak yang terpapar, lanjut dia, disarankan melakukan isolasi di rumah jika tidak tidak bergejala atau mengalami gejala ringan. Dukungan dari keluarga saat anak terpapar Covid-19 sangat dibutuhkan untuk menambah imun dan mempercepat kesembuhan

Baca juga:  Sehari, 348 Pasien Covid-19 Sembuh

“Anak kalau tinggal sama keluarga kan lebih terawat, dan imunnya dapat terjaga dengan baik. Karena mereka merasa lebih nyaman,” tuturnya.

Dikatakan, sebaik apapun kebijakan pemerintah tak dapat optimal tanpa adanya partisipasi masyarakat. Terlebih varian Delta saat ini sangat ganas dan cepat menular. Ia meminta kepada orang dewasa, khususnya orang tua untuk terus mengawasi dan menerapkan protokol kesehatan anak secara ketat. Karena hidup sehat merupakan hak anak.

Aulylia Salsabila dari Forum Anak Kota Semarang mengakui, memang masih ada anak yang belum teredukasi. Adapun anak-anak yang tidak menjalankan prokes karena mereka tidak mengerti apa yang terjadi saat ini. “Teman-teman forum anak pernah ngadain sharing, terus ada peserta yang bilang kalau korona itu nggak ada. Makanya kami coba kasih penjelasan,” tuturnya.

Baca juga:  1.600 Sapi TPA Jatibarang Akan Dikandangkan

Sementara itu, vaksin untuk anak masih terus digalakkan di Semarang. Untuk memenuhi hak kesehatan anak, ia bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang. Pada HAN disuntikkan 1.000 dosis vaksin anak pada 22-24 Juli di Makodam IV/Diponegoro. Ia berharap hal itu dapat mendukung herd immunity dan mempersiapkan anak kembali ke sekolah. (den/taf/bis/ida/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya