alexametrics

Warga Isoman Terima Daging Kurban

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Memasuki pandemi tahun kedua, Masjid Al Kautsar, Sendangguwo RW 07, Tembalang di bawah naungan LDII tetap mengadakan penyembelihan hewan kurban. Yang menarik, selain dibagikan kepada warga yang berhak, kali ini  panitia juga membagikan daging kurban kepada warga yang tengah menjalani isolasi mandiri (isoman) Covid-19. Setidaknya, ada 12 KK warga isoman di wilayah Sendangguwo RW 07 menerima pembagian daging kurban yang diantar langsung ke rumah masing-masing.

Menurut Panitia Kurban LDII Kota Semarang HM Yenuarso, kondisi PPKM Darurat tak menyurutkan semangat umat Islam untuk berkurban. Sebanyak delapan ekor sapi dan satu ekor kambing disembelih di wilayah ini. Penyembelihan hanya melibatkan sebagian warga RW 07.

Baca juga:  Masuk Museum Kota Lama Masih Gratis

“Justru ini yang kita utamakan bagian kepedulian dan empati kita LDII pada penderita Covid-19, biar nambah imun,” kata Gus Yen-sapaan akrabnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Saat koran ini tiba di lokasi, sapi ke-6 tengah disembelih. Beberapa panitia lainnya menguliti sapi, memotong daging, dan menimbang ke dalam kantong plastik. Kemudian sebagian tim pembagi daging langsung berkeliling ke rumah warga yang menjalani isoman Covid-19.

Riko berjemur di depan garasi rumahnya. Dengan bertelanjang dada, ia menggelar kasur agar nyaman berjemur. Ia sempat heran saat diberi kiriman daging. Bungkusnya digantungkan di pagar rumahnya. Gus Yen dan Ketua RW 07 Agung Priyambodo menyampaikan dukungan agar keluarga Riko lekas sembuh. Riko mengapresiasi kebaikan mereka dan mengucap syukur, dan terima kasih.

Baca juga:  Gus Tafa Anggota Termuda, Prayogo Fokus Pertanian dan Peternakan

Ketua DPD LDII Kota Semarang Suhindoyo menyampaikan, pada Idul Adha 1442 H ini, pihaknya menyembelih sebanyak 297 ekor sapi, dan 64 kambing. Lebih banyak dibandingkan tahun lalu. Hewan kurban disembelih di setiap Pimpinan Anak Cabang (PAC) di masjid binaan LDII tingkat kelurahan.

“Kalau dikonversi uang, kurban sapi warga LDII ini mencapai sekitar Rp 7,4 miliar jika setiap sapi dihargai Rp 25 juta,” katanya.

Dikatakan, para jamaah rutin menabung uang kurban selama setahun sehingga jumlah sapi kurban meningkat. Baik kaum muda hingga tua menabung sesuai kemampuan masing-masing. Kebiasaan baik tersebut sangat dirasakan pada hari raya kurban seperti saat ini.

Untuk menghindari klaster baru, penyembelihan hanya melibatkan warga setempat. Pembagian daging juga langsung dilakukan panitia. Mereka mendatangi rumah para penerima kurban. Tidak ada warga yang datang ke masjid untuk meminta daging. Di samping itu, beberapa PAC menyembelihkan kurbannya ke RPH sesuai saran Pemkot Semarang. (taf/aro)

Baca juga:  Percepat Vaksin, Pemprov Jateng Dorong Vaksinasi Berbasis Desa

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya