alexametrics

Unjuk Kebolehan Menari dengan Alat Dapur

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Belasan anak-anak terlihat bahagia saat menari. Uniknya, dalam menari mereka membawa berbagai peralatan dapur. Di antaranya menggunakan dandang, enthong, wajan, susruk, lumpang, alu, panci, irus dan lainnya.

Tubuhnya terlihat begitu gemulai dan dengan kepiawaiannya, mereka tampak asyik menari. Karena pandemi Covid-19, semua yang menari dilengkapi protokol kesehatan. Totalitas dilakukan dengan melengkapi kostum dan property lainnya. Meski begitu, tidak mengurangi ruang gerak anak-anak untuk mengeksplor dan berekspresi dalam menari.

Ya itulah tarian Alat Dapur yang digagas Sanggar Greget Semarang. Di tengah pandemi Covid-19, tetap harus bisa mengasah kepiawaian anak-anak sanggar untuk menari. “Berusaha tetap eksis mengajak anak-anak sanggar bisa beraktivitas,” kata pendiri sekaligus pemilik Sanggar Tari Greget Yoyok Bambang Priyambodo.

Baca juga:  Bentengi Diri, Deklarasi Kampung Mengaji dan Literasi

Ia menambahkan, karena kondisi pandemi tentu berbeda dengan hari biasanya. Anak-anak menari tetap dengan memperhatikan protokol kesehatan. Tidak ada penonton atau orangtua anak di lokasi sanggar. “Jadi hanya anak-anak saja, itupun dengan prokes sangat ketat,” ujarnya.

Tidak sekedar menari, kegiatan itu sebagai bentuk kolaborasi antara perajin alat dapur dengan seniman tari dan karawitan serta perancang busam. Sebagai bentuk kreativitas, pengembangan dari bentuk tari tradisi yang gagasan ide karyanya tetap ada dinamika. Tersusun secara visual bahwa tari merupakan bahasa tubuh namun tetap ada pengayaan gerak sebagai budaya kodrat jatidiri. “Jadi meskipun PPKM Darurat, kami tetap mencoba tetap eksis dengan prokes sesuai standar, tidak berkerumun, dan pentas tanpa penonton,” tambahnya. (fth/ida)

Baca juga:  BIN Turun Tangan Bantu Kota Semarang Tangani Covid-19

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya