alexametrics

Daging Kurban Dibagi secara Take Away

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Lutfi mengimbau masyarakat untuk merayakan Idul Adha di rumah saja. Selain itu, dalam penyembelihan hewan kurban harus dilakukan dengan protokol kesehatan. Pun dengan pembagian daging kurban juga akan dilakukan secara take away.

“Daging kurban juga sudah ada protokolnya, dari cara penyembelihannya, dan pembagiannya dengan take away. Sudah ada SOP-nya. Menteri Agama sudah membuat peraturan, saya yakin di daerah sudah disosialisasikan,” katanya.

Menurutnya, imbauan ini demi kepentingan dan kesehatan bersama, serta sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat. Hal ini tak lepas dari meningkatnya kasus Covid-19 di Tanah Air. Pihaknya juga mengingatkan masyarakat Jawa Tengah untuk tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan penyebaran virus korona.

“Kami mengimbau dan meminta masyarakat untuk menaati apa yang sudah ada saat ini. Semua melaksanakan kegiatan di rumah masing-masing, dan beribadah di rumah masing-masing,” pesannya.

Sementara itu, penyembelihan hewan kurban di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) baru akan dilakukan Kamis (22/7) lusa. Hal ini dilakukan untuk meminimalkan persebaran virus Covid-19 di Kota Semarang.

Baca juga:  Pelanggar Aturan ODOL Tidak Ditilang

Humas MAJT Beny Arief Hidayat mengungkapkan, penyembelihan digelar di hari tasyrik kedua, dan akan dilakukan secara tertutup.

“Nantinya selain panitia kurban dipastikan tidak ada yang masuk ke kawasan MAJT. Digerbang masuk sudah ada penjagaan secara ketat. Jumlah panitia akan kami sesuaikan, agar pemotongan hewan kurban berjalan dengan cepat. Mengingat masih dalam kondisi pandemi, segala sesuatunya harus cepat,” kata Beny kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Tak hanya itu, saat ini pihaknya sedang menyiapkan alat untuk pengecekan kepada panitia kurban. “Kami sedang berusaha nanti akan melakukan tes genose untuk panitia kurban. Yang jelas, akan kami siapkan baik genose maupun swab antigen,” ujarnya.

Selain itu, protokol kesehatan juga diterapkan dengan ketat, baik cuci tangan, pakai masker, maupun menjaga jarak agar daging yang disembelih benar-benar steril. Pihaknya akan membagikan daging kurban secara langsung ke masyarakat. “Kita yang mengantar, agar tidak ada kerumunan di MAJT,” katanya.

Baca juga:  Jadikan Pelaku UMKM Pahlawan Devisa

Hingga kemarin, panitia sudah menerima 8 ekor sapi dan 10 ekor kambing yang akan disembelih di MAJT. Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Semarang  sampai pukul 14.00, baru ada 3 ekor sapi dan 2 ekor kambing yang ada di kandang.

Selain itu, pagi ini MAJT tidak menggelar salat ied. Pihaknya mengikuti anjuran permerintah selama PPKM Darurat Jawa- Bali. “Takbir malam ini (tadi malam) tetap diadakan dengan  sangat terbatas. Hanya petugas dan panitia saja yang boleh masuk MAJT,” tuturnya.

Pandemi Covid-19 yang sudah memasuki tahun kedua, tak menyurutkan umat Islam untuk berkurban. Hal ini ditunjukkan oleh Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kota Semarang.

Pada Idul Adha tahun ini, LDII Kota Semarang menyembelih 297 ekor sapi dan 64 ekor kambing. Jumlah itu meningkat dibanding tahun lalu. Hewan kurban tersebut akan disembelih di setiap Pimpinan Anak Cabang (PAC) di masjid-masjid binaan LDII tingkat kelurahan.

Baca juga:  Peningkatan Infastruktur Jadi Magnet Investasi dan Wisata

“Kalau dikonversi uang, kurban sapi warga LDII ini mencapai sekitar Rp 7,4 miliar jika setiap sapi dihargai Rp 25 juta,” kata Ketua DPD LDII Kota Semarang Suhindoyo kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Lebih lanjut Hindoyo menjelaskan, pelaksanaan kurban betul-betul menerapkan protokol kesehatan ketat. Hanya petugas yang boleh masuk ke tempat penyembelihan, hingga tidka terjadi kerumunan. Dalam pembagian daging, panitia akan langsung mendatangi rumah-rumah  penerima kurban. Di samping beberapa PAC menyembelihkan kurbannya ke RPH sesuai saran Pemkot Semarang.

Panitia kurban LDII Kota Semarang HM Yenuarso mengatakan,  nantinya sebagian daging kurban juga akan dibagikan kepada warga yang menjalani isolasi mandiri (isoman) Covid-19 langsung ke rumah masing-masing. “Justru ini yang kita utamakan, sebagai bentuk kepedulian dan empati LDII pada penderita Covid-19, biar bisa nambah imun” ujar Gus Yen –sapaan akrabnya. (mha/cr5/aro)

 

 

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya