alexametrics

Mau Vaksin, Cukup Bawa KTP

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) dan Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) bekerjasama dengan Kemenkes dan Pemerintah Kota Semarang menggelar vaksinasi massal Selasa (13/7) kemarin. Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi membuka dan meninjau langsung penyuntikan 3.500 dosis di hari pertama. Vaksinasi berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) Unimus.

Masyarakat yang ingin divaksin bisa langsung datang ke Unimus. Cukup bermodalkan KTP. Ratusan penerima vaksin bergantian keluar masuk area. Beberapa disapa Hendi dan diingatkan untuk selalu menjaga kesehatan.

“Yang namanya covid-19 ini memang belum ada obatnya. Tapi kita bisa upayakan pencegahan dengan vaksin. Ini menjadi PR kita bersama untuk percepatan, mengajak dan memastikan orang terdekat mendapat vaksin,” terangnya saat membuka kegiatan tersebut.

Baca juga:  Ganjar Keliling Panti dan Pondok

Rektor Unimus Prof. Masrukhi juga menyampaikan hal senada bahwa akselerasi vaksinasi perlu diupayakan untuk membangun herd immunity. Sejauh ini dari 1,7 juta warga Semarang baru sekitar 35 persen yang menerima vaksin. Masih cukup jauh dari target 70 persen.

“Kami buka akses seluas-luasnya untuk semua kalangan masyarakat. Tidak pandang suku, ras atau agama, bagi yang membutuhkan silakan datang,” tuturnya.

Saat ini pendaftaran melalui online telah ditutup karena tercatat 3.612 orang telah mendaftar. Namun bagi yang ingin datang langsung bisa mendaftar di pintu masuk kampus, bagian pusat informasi. Vaksinasi massal berlangsung hingga 16 Juli mendatang. Calon penerima hanya perlu membawa KTP.

Terpisah, Otoritas Jasa Keuaangan (OJK) Kantor Regional (Kanreg) 3 Jawa Tengah-DIY juga program vaksinasi bagi pegawai sektor industri keuangan dan perbankan. Kegiatan berlangsung di Holy Stadium, Kompleks Grand Marina, Semarang Selasa (13/7). OJK siapkan 65 ribu dosis vaksin hingga 16 Juli mendatang.

Baca juga:  Wali Kota Hendi Apresiasi Aplikasi Sambel Tempe

“Sektor keuangan ini termasuk sektor yang cukup berisiko untuk penularan maupun ditulari. Karena ini termasuk sektor esensial yang dibolehkan beroperasi secara terbatas, sehingga perlu dilakukan vaksinasi untuk pegawai dan keluarganya,” kata Kepala Kanreg 3 OJK Jateng-DIY Aman Santosa. (taf/cr5/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya