alexametrics

Libatkan Kepolisian dan Kejaksaan, Pemkot Semarang Buru Distributor Obat dan Apotek Nakal

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menulusuri temuan kenaikan harga sejumlah obat di tingkat distributor hingga apotek yang tersebar di Kota Semarang. Hasilnya, kenaikan harga obat ternyata bersumber dari distributor yang telah mematok dengan harga tinggi.

Hendi –sapaan akrab Hendrar Prihadi- mengaku, telah berkoordinasi dengan Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar dan Kepala Kejaksaan Negeri Kota Semarang Transiswara Adhi untuk memburu distributor obat nakal. Keduanya ditekankan Hendi untuk menindaklanjuti data temuan Pemkot Semarang dengan melakukan penindakan hukum.

“Kami berterima kasih kepada masyarakat Kota Semarang yang terbuka memberikan informasi terkait kesulitan dalam mendapatkan obat dengan harga yang terjangkau dan sesuai. Kami telah mendatangi apotek-apotek untuk mengumpulkan data untuk Kepolisian dan Kejaksaan agar melakukan penindakan,” kata Hendi usai meninjau sentra vaksinasi di Kantor Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Kamis (8/7/2021).

Baca juga:  Cegah Pungli dengan IUJK

Hendi juga meyakinkan bahwa tim penertiban harga obat di Kota Semarang saat ini telah mulai bergerak. Untuk melakukan pembinaan di tingkat apotek maupun distributor. “Tim hari ini sudah bergerak. Intinya supaya penertiban harga obat. Sekarang sedang berproses,” jelasnya.

Ancamnya, penindakan sesuai hukum dan ketentuan yang berlaku, akan dilakukan kepada pihak yang terbukti tidak menaati ketentuan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah pusat. “Kami sudah ingatkan melalui upaya pembinaan. Tapi kalau masih ada yang membandel, ya ini masuk ranah hukum, karena pasalnya ada. Jadi ini menjadi kewenangan kawan-kawan di Kepolisian dan Kejaksaan,” pungkasnya. (den/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya