alexametrics

Cegah Bau dan Penyakit, TPS Disemprot Eco Enzyme

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Sudah dua minggu lebih, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang rutin berkeliling semua Tempat Pembuangan Sementara (TPS) untuk menyemprotkan eco enzyme. Hal itu untuk mencegah timbulan penyakit dari TPS. Selain menghilangkan bau sampah menyengat yang mengganggu warga sekitar.

Kepala DLH Semarang Sapto Adi Sugihartono memulai inisiatif tersebut setelah peresmian Komunitas Eco Enzyme Semarang. Ia tergerak untuk membudidayakan eco enzyme. Lalu dapat melakukan penyemprotan eco enzyme dan disinfektan sebagai penghilang bau.

“Kami kerjasama dengan anak pramuka Sakakapaltaru untuk membuat eco enzyme dari sisa sampah organik seperti sayur dan buah-buahan setiap minggu. Nanti setelah 3 bulan bisa kami panen dan gunakan bersama,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Dijelaskan, eco enzyme merupakan larutan zat organik kompleks. Diproduksi dari proses fermentasi sampah organik, gula, dan air. Cairan eco enzyme ini berwarna coklat gelap. Lalu memiliki aroma yang asam segar yang kuat. Selain penghilang kuman dan bau, ia memiliki segudang manfaat. Bahkan dapat difungsikan sebagai cairan disinfektan.

Baca juga:  Fungsikan Balai Kelurahan Meteseh Jadi Rumah Isolasi

Sementara ini DLH mendapat kiriman eco enzyme dari komunitas. Lantaran pihaknya belum dapat memanen eco enzyme buatannya. Biasanya satu liter cairan eco enzyme bisa dilarutkan ke dalam 200 liter air. Kemudian dapat digunakan untuk disinfektan atau penghilang bau.

Koran ini menjumpai tim penyemprot di TPS Wilis. Untuk bekeliling, sebanyak dua armada pikap yang bertugas. Biasanya membawa satu atau dua tong drum cairan eco enzyme yang telah dicampur. Mulai pukul 08.00-14.00 enam pegawai yang terbagi menjadi dua tim mendatangi kurang lebih 284 TPS di Semarang. Mereka bergilir setiap hari. (taf/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya