alexametrics

Hina Satgas Covid-19, Satpol PP Robohkan Warung Burjo

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Lantaran pengelola warung diduga menghina Satgas Covid-19 di Facebook Grup beberapa hari lalu, Satpol PP Kota Semarang merobohkan sebuah bangunan warung Burjo Priyangan, di Jalan Puspowarno Raya, Semarang Barat, Rabu pagi (30/6/2021) kemarin.

Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto menyampaikan perobohan dilakukan menanggapi postingan pemilik warung yang bertuliskan, “Warungku tiap hari buka tuh 24 jam lagi. Mana nih petugas Covid kok nggak ada yang datang. Hahahahahaha aku tunggui kalian nih.”

“Pemilik warung ini menghina kita di media sosial sudah sebanyak lima kali,” jelas Fajar kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Menanggapi hal tersebut, pihaknya merasa geram. Lalu sebagai bentuk tindak lanjut, pihaknya menyegel tempat usaha pada Minggu malam (27/6/2021) kemarin. Hingga akhirnya berlanjut pada perobohan Rabu kemarin, lantaran sang pemilik bersikap keras kepala.

Baca juga:  Tujuh Komunitas Bentuk Tim Respek Hendi-Ita

Saat diamati koran ini di lapangan, petugas Satpol PP dengan tangkas merobohkan bangunan dalam waktu singkat sejak pukul 08.00. Meski pemilik warung sempat protes, petugas tetap melancarkan aktivitasnya. Kemudian merobohkan dinding dengan menggunakan palu jumbo dan linggis.

Selain menghina Satgas Covid, pihak pengelola warung melanggar jam operasional melebihi batas waktu hingga pukul 20.00. Padahal dalam Peraturan Wali Kota Semarang tentang pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) sudah jelas mengatur pembatasan jam operasional sektor usaha sampai pukul 20.00. “Warung ini bandel, operasional sampai pukul 22.00,” ungkap Fajar.

Lebih lanjut, pihaknya mengimbau seluruh kalangan masyarakat agar tidak sembarang posting di media sosial. Apalagi sampai memprovokasi warga lainnya dengan menghina Satgas Covid. Bila pihaknya menemukan kembali kejadian serupa, ia tak segan menindak tegas sesuai hukum yang berlaku.

Baca juga:  Pemkot Semarang Target Pendapatan PBB Rp 577 Miliar

Di samping itu, pemilik warung bernama Suroso tak mau berkomentar terkait hal tersebut. “Saya engga usah komentar. Takut salah,” kata Suroso. (taf/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya