alexametrics

Tarif Tol Naik, Uang Jalan Tak Ditambah

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Kenaikan tarif tol yang mulai diberlakukan, kemarin (27/6/2021), memberatkan para sopir truk. Pasalnya, kenaikan tarif tol tersebut tidak diimbangi dengan kenaikan uang jalan dari perusahaan.

Hal ini dirasakan oleh Sudarmadi, 50, sopir truk trailer kelas lima yang merupakan anggota Paguyuban Sopir Bersatu Jateng. Kelihatannya naiknya sedikit, tetapi tidak satu tempat. Seluruh jalan tol naik semua. Kalau dijumlah, besar juga jadinya. “Saya keberatan, namun gimana, namanya kita sudah kerja. Perusahaan juga tidak mau menambahi uang jalan kami,” jelasnya saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang kemarin.

Ia biasa mengangkut borongan perkilo. Kalau yang diangkut terlalu ringan, tarifnya murah. Kalau tarif tol naik, dirinya tidak mendapatkan hasil yang cukup. Kalau angkutannya terlalu berat, ada tambahan biaya, karena truk yang dikendarainya menjadi overload. “Repot juga para sopir. Tetapi mau bagaimana lagi. Kalau tidak diangkut, kami tidak kerja. Kalau diangkut, risikonya ya tadi,” keluhnya.

Baca juga:  Kebakaran di Hotel Tentrem, Polisi Segera Lakukan Olah TKP Kedua

Ditanya upah, ia mengaku mendapatkan upah Rp 750 ribu hingga Rp 1 juta sebelum kenaikan tarif. Setelah kenaikan, pihaknya hanya mendapatkan sekitar Rp 500-600 ribu saja. “Itu dalam beberapa hari, kadang harus nginep, kadang kena pungli juga saat bongkar barang. Apalagi yang saya bawa biasanya truk trailer kelas 5,” paparnya.

Protes ke perusahaan sudah pernah ia lakukan. Bahkan, mengancam mogok kerja sudah dilakukan. Tetap saja tidak ada tambahan dari perusahaan. “Dari perusahaan bilang kalau kuat ya dijalani, kalau tidak kuat ya silakan berhenti. Perusahaan tidak mau tahu, dari pada pusing memikirkan pegawai yang meminta naik uang jalan, lebih baik mobilnya dijual,” pungkasnya. (cr3/ida)

Baca juga:  Kurir Narkoba Disergap di Tol Semarang-Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya