alexametrics

Tekan Mobilitas Warga, Delapan Ruas Jalan di Semarang Bakal Ditutup 24 Jam

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Langkah antisipasi untuk menekan penyebaran Covid-19 di Kota Semarang terus dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang. Kali ini delapan ruas jalan akan ditutup 24 jam selama dua pekan kedepan mulai Jumat (18/6/2021) pukul 22.00.

Delapan ruas jalan yang ditutup yakni Jalan Gemah Raya, Jalan Letjend Soeprapto Kota Lama, Jalan Ngesrep Timur V, Jalan Imam Barjo, Jalan Klampisan Raya, Jalan Supriyadi, Jalan Lamper Tengah Raya dan Jalan Suratmo Raya

“Iya benar akan kami tutup selama 24 jam, langkah ini dilakukan berdasarkan keputusan Satgas Covid-19,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota semarang, Endro P. Martanto, Jumat (18/6/2021) siang.

Mantan Kepala Satpol PP Kota Semarang ini menjelaskan, penutupan ruas jalan tersebut dilakukan karena berpotensi menimbulkan kerumunan. Harapannya tentu bisa menekan angka penyebaran Covid-19 yang saat ini masih tinggi.

Baca juga:  Sakit Hati Diputus, Pemuda Asal Demak Ini Sebar Foto Telanjang Mantan Pacar

“Kita belajar dari pengalaman tahun lalu, saat itu adanya penutupan dan pengalihan arus ini berhasil menekan kasus Covid-19,” bebernya.

Teknis penutupan, kata dia, akan dilakukan menggunakan palang besi dan water barier. Selain itu, petugas Dishub juga akan diturunkan untuk melaksanakan pengawasan. “Kita harap warga tidak nekat dan bisa mematuhi aturan,” tambahnya.

Ditempat terpisah, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menejelaskan jika intruksi menutup delapan ruas jalan ini dilakukan karena berpotensi menimbulkan efek tingginya mobilitas hingga kerumunan warga, serta wilayah yang memiliki sebaran kasus yang cukup tinggi. “Delapan jalan ini menurut statistik Dinas Kesehatan warganya banyak yang kena seperti Tembalang, Pedurungan, Banyumanik, Semarang Barat, Semarang Selatan dan Ngaliyan,” katanya.

Baca juga:  Dukung Penuh Pengembangan UMKM di Kelurahan Jatirejo

Langkah antisipasi ini, lanjut dia, adalah upaya untuk mengingatkan masyarakat agar bisa mengurangi mobilitas sehingga angka penyebaran Covid-19 bisa ditekan.

“Boleh saja berpergian namun seperlunya dan mengedepan prokes. Jalan yang ditutup ini juga bisa dijadikan warga untuk pengingat jika kondisinya tidak normal dan banyak yang terpapar,” tambah pria yang akrab disapa Hendi ini.

Hendi juga menerangkan jika kasus aktif di Kota Semarang tidak mengalami penurunan, bukan tidak mungkin jika pihaknya akan memberlakukan pengetatan peraturan sama seperti awal pandemi masuk ke Kota Semarang.

“Pelan-pelan kalau kasusnya tidak terkendali bisa saja akan lebih ketat. Kita harap kedisiplinan warga untuk memutus mata rantainya, jangan sampai kita menutup tempat usaha karena bisa menyebabkan perekonomian melambat,” pungkasnya. (den/bas)

Baca juga:  Buru Bahan Antiseptik, Warga Serbu Toko Kimia

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya