alexametrics

Semprotkan Eco Enzyme untuk Disinfektan di Zona Kuning

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Komunitas Eco Enzyme Semarang menjadi pelopor pengolahan sampah organik di Semarang. Salah satunya menjadikannya cairan disinfektan. Mengingat angka Covid-19 terus meningkat, Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengarahkan tujuh kecamatan dengan kasus terbanyak untuk disemprot disinfektan tersebut.

“Ini sudah hadir di sini Lurah Plombokan dan lurah-lurah lainnya. Ini bisa untuk menyemprotkan ke daerah berisiko Covid-19,” kata Mbak Ita –sapaan akrabnya wakil wali kota- kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Menurut pemaparan ketua tim Yenita, Komunitas Eco Enzyme Semarang telah melakukan workshop dan penyemprotan eco enzyme di belasan kota. Terutama kota yang berada di Jateng. Beberapa hari lalu pihaknya juga mengirim sekitar empat ton eco enzyme untuk disemprotkan di Kota Kudus sebagai disinfektan.

Baca juga:  Bus Wajib Masuk Terminal Mangkang

Tak hanya sebagai disinfektan, cairan yang diproduksi dari fermentasi sampah organik itu memiliki banyak manfaat. Merawat rumah, pembersih lantai, kaca, atau permukaan perabot plastik. Pemkot Semarang pun telah membuktikan Polder Tawang yang rutin disiram eco enzyme sejak beberapa bulan lalu kini menjadi lebih jernih.

Demo pembuatan eco enzyme di Jalan Brotojoyo dihadiri para anggota, perangkat desa, dan beberapa pegawai DLH. Ita praktik secara langsung dengan menuangkan air dan cairan mulase atau gula aren ke dalam tong berukuran sedang. Lalu memasukkan sampah organik seperti sisa potongan buah dan sayur. Setelah tiga bulan, cairan bisa digunakan sesuai keperluan.

“Ini menjadi salah satu alternatif pemanfaatan sampah organik yang masih mendominasi di Kota Semarang,” tutur Kepala DLH Kota Semarang Sapto Adi Sugihartono saat turut meresmikan Bank Eco Enzyme Semarang Hebat. (taf/ida)

Baca juga:  Vaksinasi Drive Thru Balai Kota Semarang Targetkan 50 Orang Tiap Malam

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya